Category Archives: Tentang Kami

Terimakasih Ustad-Ustadzah..

P1220799

P1220799Dirgahayu guru Indonesia dan PGRI ke 69 – Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI setiap tahunnya. Pemerintah menetapkan tema peringatan berbeda-beda setiap tahun. Tema peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2014 dan HUT Ke-69 PGRI adalah “Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru”

 

Peringatan HGN bertepatan dengan HUT PGRI. Dalam komunitas guru, peringatan bersama ini sudah diketahui secara luas asal muasalnya. Guru dan organisasi profesinya, PGRI, tidak lepas dari sejarah perjuangan bangsa pada masa lampau. Baik masa sebelum maupun sesudah Indonesia merdeka.

 

Semasa penjajahan Belanda, para pahlawan tanpa tanda jasa ini, membentuk organisasi Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912. Kemudian tahun 1932 berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini didorong oleh keinginan  untuk merdeka dan mendirikan negara sendiri.

 

Keinginan rakyat Indonesia untuk merdeka baru terwujud pada tanggal 17 Agustus 1945. Tak lama setelah itu diadakan kongres PGI selama dua hari, tanggal 24 dan 25 November 1945 di Surakarta. Pada hari terakhir kongres, ditetapkanlah bahwa PGI berubah nama menjadi PGRI dan tanggal 25 November sebagai hari berdirinya PGRI.

 

Untuk menghargai jasa para guru Indonesia, maka pemerintah mengeluarkan Keppres Nomor 78 Tahun 1994 tentang Penetapan tanggal berdirinya PGRI sebagai hari Guru Nasional. Berdasarkan UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, ditetapkan tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai hari guru Nasional.

 

Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Pepatah lama ini seakan membuat perasaan kita berkecambuk. Kebingungan dengan pepatah yang tercipta. Bertanya-tanya mengapa subjeknya terdiri dari guru dan murid, mengapa predikatnya harus kencing berdiri bagi guru dan kencing berlari bagi murid. Apa yang ingin disampaikan oleh pembuat pepatah ini pertama kali. Mengapa kencing yang harus dijadikan sebagai suatu topic. Mengapa tidak hal-hal yang positif yang menggambarkan romantisme antara guru dan murid. Pepatah antara guru dan murid tersebut justru menuai tawa atau kerut dahi saat orang-orang membacanya. Antara lucu atau ia paham maksud sebenarnya.

Membahas tentang hubungan antara guru dan murid tidak akan pernah habis dan tidak akan pernah bosan selama masih berlangsungnya kehidupan. Hal ini dikarenakan proses pendidikan yang berlangsung selama hidup dan seumur hidup. Guru dan murid memiliki hubungan yang istimewa. Masih ingatkah dengan lagu dangdut yang dinyanyikan oleh raja dangdut Rhoma Irama dan Rita Sugiarto yang liriknya “Pa Guru, yang ini apa namanya?” lalu gurunya menjawab “Re Do Do Sol Do Do Mi” jawab gurunya dengan menunjukkan nada-nada dalam piano. Hal ini secara sederhana menunjukkan bahwa hubungan guru dengan murid adalah hubungan yang unik. Mereka berhubungan dikarenakan memiliki misi suci dan mulia, yaitu pendidikan. Aktivitas belajar mengajar merupakan aktivitas yang terjadi dalam hubungan guru dan murid. Guru memiliki peran yang plus dibandingkan dengan muridnya. Guru menjadi teman yang dewasa bagi murid, menjadi fasilitator, menjadi pengajar, tempat bertanya, menjadi pahlawan, menjadi inspirator, menjadi penstimulus murid, menjadi motivator, menjadi seseorang yang dicintai murid dan yang paling penting adalah menjadi seorang teladan bagi murid (uswatun khasanah). Hal ini disebabkan 1 teladan saja lebih mengena di hati seseorang dari pada 1000 nasihat.

Kembali lagi pada pepatah guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Entah apapun latar belakangnya sang pencipta pepatah lama ini, namun makna dan filosofinya menyadarkan kita bahwa begitu hebatnya akibat yang timbul jika seorang guru tidak memperlihatkan teladan yang baik bagi para muridnya. Bahkan akibat yang ditimbulkan mungkin saja bisa 2 tingkat lebih parah atau bertingkat-tingkat lebih parah dengan apa yang semula dilakukan oleh guru.

Potensi ini menjadi titik tolak perubahan bagi pendidikan guru pada masa yang akan datang. Dengan semakin berkembangnya zaman, murid yang banyak dininabobokan oleh tayangan-tayangan yang banyak menampilkan sosok selebriti di televisi, sosok-sosok yang tidak memiliki perangai yang baik, yang kini justru digandrungi dan dijadikan kiblat untuk ditiru dan diikuti baik dari segi gaya bicara, pakaian perilaku dan sebagainya. Apakah hal ini memungkinkan bahwa sosok teladan guru telah usang dan tergantikan dengan mereka para sosok selebriti. Apakah bangsa ini rela menjadikan sosok selebriti sebagai agent of change , padahal kita mengetahui bahwa kehidupan mayoritas selebriti hanya mempertontonkan kehidupan yang mewah, glamour, penuh dengan sensasi, berpakaian serba mini, bergaya ala kebarat-baratan menghilangkan adat ketimuran. Apakah kita rela menyerahkan keteladanan pada para selebriti seperti itu, yang jelas-jelas telah mengikis nilai-nilai budaya dan agama. Tentu saja sangat tidak rela. Kita lebih rela menyerahkan keteladanan pada sosok yang berada di sudut-sudut sekolah yang bersahaja, yang memiliki keikhlasan yang tinggi di penjuru-penjuru kelas untuk menjalankan tugas mulianya yaitu mendidik anak didiknya, yang berada dekat-dekat dengan para rombongan belajar setiap harinya. Sungguh tidak rela jika teladan guru telah usang dan tergantikan oleh manusia-manusia yang  tidak bertanggung jawab membawa misi yang tidak sejalan dengan ruh pendidikan. Kami merindukan sosok teladan guru seperti dulu. Guru, sosok yang “digugu” dan “ditiru”.

 

Kita tahu jasa guru kita begitu besar.

Kita tahu perjuangan mereka tak kenal waktu.

Ada yang sampai rela naik turun gunung, cuma hanya menebar secerca ilmu.

Berkat guru, kita pun jadi tahu akan baca tulis.

Berkat guru, kita pun jadi bisa berhitung.

Berkat guru, kita pun bisa menjadi seorang engineer.

Lebih lagi jadi seorang guru agama.

Lebih lagi jadi seorang guru yang mengenalkan Islam.

Lebih lagi jadi seorang guru yang menunjukkan shirotul mustaqim.

Waktunya lebih banyak untuk umat, sampai kadang kurang untuk dirinya sendiri dan keluarga.

Terus apa balas kita?

Ucapan terima kasih yang begitu besar tentu pantas disematkan pada mereka.

Karena apa?

Siapa yang tidak tahu terima kasih pada yang berjasa padanya, maka tentu ia tidak pantas dikatakan bersyukur.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

??? ???????? ??????? ???? ??? ???????? ????????

Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Kebaikannya tentu saja pantas untuk dibalas.

Dari Jabir bin Abdillah Al Anshary, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

???? ?????? ???????? ?????????? ??????????????? ?????? ???? ?????????? ?????????? ????????? ????????? ????? ??????? ???????? ?????? ????????? ?????? ???????? ?????? ????????? ?????? ???????? ????? ???? ??????? ???????????? ?????? ???????? ??????

Siapa yang memperoleh kebaikan dari orang lain, hendaknya dia membalasnya. Jika tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, hendaklah dia memuji orang tersebut, karena jika dia memujinya maka dia telah mensyukurinya. Jika dia menyembunyikannya, berarti dia telah mengingkari kebaikannya. Seorang yang berhias terhadap suatu (kebaikan) yang tidak dia kerjakan atau miliki, seakan-akan ia memakai dua helai pakaian kepalsuan.” (HR. Tirmidzi: 25-Kitab Al Birr wash Shilah, 87-Bab Maa Jaa-a fii Man Tasyabba’a bimaa Lam Yu’thihi, shahih).

Namun kami rasa kebaikan guru kita tak mungkin dibalas dengan jasanya semisal yang ia beri.

Lantas dengan apa?

Dengan doa dan terus mendoakannya dalam kebaikan, itulah cara bisa membalasnya.

??? ?????? ??????? ????????? ??????????? ? ????? ??? ???????? ??? ??????????? ???? ???????? ???? ?????? ?????? ???????? ??? ?????????????

Siapa yang memberikan kebaikan untuk kalian, maka balaslah. Jika engkau tidak mampu membalasnya, doakanlah ia sampai-sampai engkau yakin telah benar-benar membalasnya.” (HR. Abu Daud no. 1672 dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Jazakallah khoir para guru kami …

Jazakallah khoir para ustadz kami …

Jazakallah khoir para masyaikh kami …

Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan melimpah di sisi-Nya.

Dari Usamah bin Zaid, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

???? ?????? ???????? ????????? ? ??????? ??????????? : ??????? ??????? ??????? , ?????? ??????? ??? ??????????

Siapa yang diberikan kebaikan, maka katakanlah kepada pelakunya, “Jazakallah khoiron (semoga Allah membalas dengan kebaikan). Seperti itu sudah sangat baik dalam memuji” (HR. Tirmidzi no. 34).

Semoga Allah membalas jasa baikmu dengan memberkahi umurmu, memberkahi waktumu, menjaga keluargamu, menambah terus ilmumu, memperbagus amalmu, membaguskan dunia dan akhiratmu.

Moga doa kami pun dapat khusus ditujukan pada guru-guru kami sebagaimana contoh ulama salaf terdahulu.

??? ?????? ?? ????: ???? ???? ?????? ????: ??? ???? ???? ???????? ???? ??

Al Harits bin Suraij berkata, aku mendengar Al Qotton berkata, “Aku senatiasa berdo’a pada Allah untuk Imam Syafi’i, aku khususkan do’a untuknya.”

???? ??? ??? ?? ????: ??? ???? ???? ?? ??? ????? ???????

Abu Bakar bin Kholad berkata, “Aku selalu berdo’a pada Allah di akhir shalatku untuk Syafi’i.” (Disebutkan oleh Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala’, 10: 20, cetakan Muassasah Ar Risalah, cetakan ke-11, 1422 H).

 

# Oleh muridmu yang mungkin masih sangat kurang dalam membalas jasamu,

Yang senantiasa mengharapkan rahmat-Nya: Muhammad Abduh Tuasikal

 

Bertepatan dengan Hari Guru Nasional ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru, teladanmu belum usang, seusang album Ki Hajar Dewantoro. Meskipun  albumnya yang tlah usang, namun teladan Ki Hajar Dewantoro dan teladan para guru tak kan pernah usang. Terima Kasih Guru Teladanmu belum Usang

Selamat hari Guru Nasional.

Program Non-Akademik

Realisasi program ini berupa kegiatan penyaluran dan pengembangan bakat minat, remedial (pengayaan dan perbaikan), lomba-lomba serta kegiatan sosial. Adapun distribusi kegiatannya sebagai berikut:

a.     Ekstrakurikuler

Kegiatan ini meliputi : Seni Lukis, Pramuka, Teater, Bina Vokalia, Tartil Al Quran, Qiroah, Beladiri, Drum Band, Nasyid, PKS, Catur, Tenis Meja, Sepak Bola, Bola Volly, Renang, dan Kaligrafi.

b.    Pembinaaan Siswa Berprestasi

Pembinaan ini meliputi bidang Agama, Sains, PKPS, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk siswa kelas IV, V  dan VI.

c.     Kegiatan Remidial

Kegiatan ini meliputi bidang Matematika, Sains, PKPS dan Al-Quran bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar.

d.    Pembinaan Mental Kerohanian

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari dari pukul 06.45-07.15 WIB.

No

Hari

Kegiatan

1

Senin

Brieving Pagi & Upacara Bendera

2

Selasa – Kamis

– Hafalan doa-doa

– Membaca surat-surat pendek

– Tadarus

3

Jumat & Sabtu

Dzikir dan Sholat Dhuha

e.  Lomba-lomba

Melalui seleksi, siswa memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan lomba sebagai berikut:

  1. Keagamaan meliputi tartil Al-Qur’an, qiro’ah, pidato dan cerdas cermat
  2. Mata Pelajaran meliputi IPU, IPA, Matematika, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Daerah
    1. SENI meliputi lukis, nasyid, drumband, kaligrafi dan beladiri
  3. Olah Raga meliputi bulu tangkis, tenis lapangan, renang, tenis meja, catur dan atletik
  4. Siswa Teladan

f.   Kegiatan Sosial

Sekolah mendapat kepercayaan untuk mengelola dana sosial yang dihimpun dari wali murid yang didistribusikan pada kaum dhuafa di sekitar lingkungan sekolah dan daerah minus di luar lingkungan sekolah. Adapun dana yang dihimpun meliputi:

Infaq, shodaqoh, zakat fitrah, zakat mal dan hewan qurban

Program Akademik

Sejak tahun pelajaran 2004/2005 SD Al-Furqan telah melaksanakan Kurikulum Nasional 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi) secara terpadu meliputi kurikulum Depdiknas (SD) dan kurikulum Depag (MI) selain itu juga dikembangkan kurikulum Lokal guna menunjang kurikulum Nasional, yang terdiri dari Pendidikan Ibadah Terpadu, Taman Pendidikan Al-Qur’an sistem Qiro’ati dan Kegiatan Kajian Keperpustakaan.

Implementasi kurikulum diaktualisasikan dalam bentuk program akademik meliputi kegiatan:

  1. Intra kurikuler, yakni kegiatan pembelajaran di dalam kelas dan luar kelas.
  2. Ko kurikuler, berupa tugas mandiri yang terstruktur dan terjadwal.
  3. Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), Program TPA diproyeksikan untuk siswa kelas I, II dan III dan didukung oleh 17 guru TPA. Siswa dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 10 anak. Setiap kelompok difasilitasi oleh seorang guru TPA. Alhamdulillah dengan sistem tersebut, 95% siswa kelas III sudah lancar membaca Al-Qur’an yang disertifikasi melalui tasheh Al-Qur’an diakhir program.
  4. Kegiatan Ibadah Praktis, Kegiatan tersebut dilengkapi dengan fasilitas sebuah LCD, CD player, buku-buku cerita islami dan kisah-kisah nabi. Pembelajaran seperti ini mempunyai pengaruh yang kuat pada memori dan kejiwaan anak karena pemahaman yang diperoleh berpijak pada pengamatan audio-visual.
  5. Kegiatan Kajian Perpustakaan, KKP Merupakan kegiatan Bahasa Indonesia dalam rangka menanamkan rasa senang membaca sedini mungkin sehingga anak mempunyai kebiasaan membaca yang baik, menelaah bacaan yang sudah dibaca atau diceritakan Bapak/Ibu guru dan menceritakan kembali bacaan. Kegiatan ini menstimulasi siswa cerdas linguistic (bahasa).
  6. Program Kelas MIPA, Program Kelas MIPA merupakan  pengembangan program akademik siswa yang memiliki bakat di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sehingga potensi siswa terakomodir serta terfokus dapat berkembang baik dan maksimal.

Sistem Pendidikan

Dalam rangka menghasilkan sumber daya muslim yang representatif. SD Al-Furqan memformat sistem pendidikan terpadu dengan menekankan aspek Domain (kognitif, afektif dan psikomotorik) secara proporsional dan intregratif.

Guna mendukung hal tersebut dikembangkan sistem pendidikan yang ideal yaitu pendidikan yang berbasis pada masyarakat dengan memperhatikan prinsip Pendidikan Anak Seutuhnya (PAS) yang meliputi logika, etika, estetika, kinestika dan karakter. Disamping itu diperkaya dengan pendekatan islami yang dilengkapi oleh perangkat pendukung penyelenggaraan sekolah ideal meliputi:

  1. Management berbasis sekolah dan masyarakat
  2. Kurikulum pembelajaran dan penilaian meliputi, PAKEM, PAS, Pengembangan Life Skill, Pengembangan Bakat, Minat dan Kreativitas siswa, Pengembangan Pendidikan Budaya serta Sistem Penilaian menyeluruh yang sistematis berkelanjutan.
  3. Sumber daya manusia profesional, berprestasi dan berdedikasi
  4. Sarana dan prasarana sekolah serta fasilitas pembelajaran yang representatif dan memadai
  5. Peran serta masyarakat dengan kontribusi yang cukup tinggi terhadap keberhasilan penyelenggaraan pendidikan

Sebagai manifestasi sistem pendidikan tersebut diatas SD Al-Furqan mendesign program pendidikan yang terangkum dalam sebuah sistem operasioanalisasi pembelajaran sekolah ideal.

Visi dan Misi

Logo yayasan al furqan jember

V I S I

Terwujudnya Insan yang Bertaqwa, Berakhlaqul Karimah, Cerdas, Kreatif, Produktif dan Berprestasi.

M I S I

  1. Mengembangkan sistem pendidikan dengan management berbasis sekolah dan masyarakat guna menciptakan situasi pendidikan yang kondusif.
  2. Menyelenggarakan proses pendidikan yang berkualitas, kompetitiff dan islami guna mengembangkan potensi, kepribadian dan prestasi.
  3. Meningkatkan kiprah SD Al-Furqan sebagai lembaga pendidikan yang berbasis islam guna menghasilkan generasi muslim yang representatif.

T U J U A N

Terciptanya insan yang bertaqwa pada Allah SWT, berakhlaqul karimah sesuai dengan Tauladan Rasululllah SAW dan berilmu pengetahuan & teknologi sehingga dapat diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat.

M O T T O

  • Bertaqwa dan Berakhlaqul karimah
  • Cerdas dan Kreatif
  • Produktif dan Berprestasi

P R I N S I P

SD Al-Furqan independent untuk semua golongan