Category Archives: Artikel

AYO BERKURBAN!!

idul adha

idul adhaBerkurban jika mampu, kalimat itu sudah tidak asing rasanya di telinga kita. Hanya orang-orang mampu saja yang bisa membeli hewan qurban dan menyembelihnya di hari raya Idul Adha. Banyak orang yang mampu sebenarnya, namun masih banyak juga yang enggan untuk berkurban. Padahal sebenarnya sangatlah banyak manfaat dan hikmahnya berkurban di Hari Raya Idul Adha.
Qurban atau kurban secara makna kata adalah hewan sembelihan. Qurban adalah salah satu ibadah dalam agama islam yang mana dilakukannya penyembelihan binatang ternak yang di lakukan sebagai wujud pengorbanan umat muslim. Ibadah qurban dilakukan pada bulan dzulhijah dalam penanggalan hijiriah, tepatnya pada 10 dzulhijjah.
Ibadah qurban diawali dalam sejarah Nabi Ibrahim dan Ismail, yang kisahnya tertuang di dalam Al-qur’an surat Ash shaafaat : 102-107.
“ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
Hukum dan Syarat Qurban
Sejauh ini kebanyakan para ulama, dan ahli fiqh atau fuqaha sepakat bahwa hukum dari ibadah qurban adalah sunnah muakad, atau sunah yang diutamakan. Namun berbeda dengan pendapat abu hanifah kalangan sahabat tabi’in yang menyatakan bahwa ibadah qurban adalah wajib.
Syarat dalam Qurban
Berikut beberapa syarat yang perlu di penuhi saat melakukan ibadah kurban.
1. Orang yang berkurban harus menyediakan hewan kurban yang di dapat dengan cara halal dan tidak berhutang
2. Hewan kurban adalah binatang ternak seperti sapi, kambing, domba, ataupun onta.
3. Binatang qurban tidak boleh cacat, tidak pincang, tidak buta, tidak sakit di telinga, dan prinsipnya binatang qurban harus dalam kondisi sehat bugar.
4. Binatang qurban juga harus memiliki umur tertentu untuk boleh dikorbankan.
1. Untuk onta minimal umur 5 tahun
2. Untuk sapi minimal telah berumur 2 tahun, sedangkan
3. Untuk kambing dan domba minimal berumur 1 tahun
5. Orang yang berkurban sebaiknya adalah mereka yang merdeka, sudah dewasa, dan berakal atau dalam keadaan sadar dan tidak memiliki masalah kejiwaan.
Berkurban memiliki makna yang dalam untuk mengajarkan setiap umat untuk rela mengorbankan apa yang dimilikinya hanya semata-mata ditujukan sebagai bentuk ketauhidan hanya kepada Allah. Sama seperti manfaat zakatdan ibadah lainnya, ibadah qurban memiliki manfaat bagi kehidupan personal maupun bagi lingkungan sosial. Berikut manfaat qurban yang ditinjau dari berbagai pendekatan.
PAHALA DAN MANFAAT BERQURBAN
Mengenai besarnya pahala berqurban, sahabat Ali r.a mengatakan :”barangsiapa berangkat dari rumah hendak membeli hewan qurban,maka setiap langkahnya memperoleh 10 kebaikan dan dihilangkannya 10 keburukan,serta dinaikan 10 derajat…”(jawahir zadah)
Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Aisyah : “hai aisyah, majukanlah hewan kurbanmu dan saksikanlah, sebab sejak tetes pertama darah hewan kurban itu jatuh ke bumi, Allah SWT mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu.” jawab Aisyah : “apakah hal itu khusus bagi kami ataukah bagi umumnya orang mukmin, ya Rasul? beliau menjawab : “ya berlaku bagi kami dan umumnya kaum mukmin”. wahab bin munabbih berkata: nabi daud as, berkata “Ya Allah, sebesar apakah pahala orang yang berkurban dari umat nabi muhammad saw?”
jawabNya : “aku memberi pahala kepadanya, setiap bulu dari badan hewan kurbannya 10 kebaikan,aku hapus 10 keburukan,serta kunaikan 10 derajat, baginya setiap rambut menjadi gedung di surga, seorang bidadari yang ayu dan kendaraan bersayap berkecepatan tinggi, ia kendaraan ahli surga…”(zahratul riyadl)
×Powered By LaSuperbaNabi Muhammad SAW bersabda: “siapa shalat seperti yang kulakukan, dan beribadah haji seperti yang kulakukan, berarti ia termasuk golonganku. Dan siapa tidak shalat sebagaimana yang aku lakukan, dan enggan berqurban, berarti ia bukan jama’ahku, jika ia termasuk orang kaya.”
Diriwayat lain beliau juga bersabda : “ingatlah bahwa kurban itu termasuk amal-amal penyelamat, yang menyelamatkan pemiliknya dari kejelekan dunia dan bahaya di akherat”(zubdatul wa’idhin)
Mengingat begitu besarnya pahala berkurban, hendaknya kita segera berkurban jika sudah punya kelebihan rizki. Selain sebagai kendaraan kita di hari akherat nanti, berkurban juga sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap orang-orang yang tak mampu, terutama bagi mereka yang tak mampu membeli daging.
Manfaat Qurban bagi diri sendiri
1. Memupuk rasa empati
Hikmah di balik berkurban adalah melatih kita untuk memiliki sikap kepedulian sosial. Kita yang selama ini memiliki kelebihan harta maka sudah seharusnya menyisihkan sebagian untuk di korbankan dalam wujud binatang ternak untuk kemudian dagingnya akan di konsumsi oleh banyak orang yang membutuhkan.
2. Melatih diri untuk menjadi dermawan
Seseorang yang menjadi pribadi yang dermawan perlu dilatih hingga menjadi kebiasaan. Menjadi dermawan dalam kebaikan sangat baik dan banyak manfaatnya. Untuk bisa menjadi dermawan perlu di latih terus-menerus dan tidak hanya sekali dua kali saja melainkan terus dilakukan hingga menjadi kebiasaan. Jika kita sudah sering bersedekah harta mungkin bisa di tingkatkan dengan berqurban di waktu hari raya idul adha.
3. Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah
Berqurban adalah salah satu perintah Allah yang jelas di cantumkan di Al-qur’an. Dalam manfaat memeluk agama islam, ibadah qurban akan menjaga bahkan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah. Sehingga kita akan memiliki iman yang semakin kuat dan tidak mudah mengikuti hawa nafsu.
4. Bekal pahala di hari akhir
Tentu saja ibadah qurban akan menjadi amal baik yang akan di catat oleh malaikat. Ibadah qurban yang semata-mata ikhlas dilakukan sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah akan mendapatkan pahala yang setimpal. Pahala inilah yang nantinya akan menyelamatkan kita di hari akhir kelak.
5. Membangun sikap solidaritas
Saat berqurban, sebaiknya juga membaur dengan orang lain dalam proses penerimaan, penyembelihan, dan membagikan hewan kurban. Ada hikmah lain yang bisa didapat dalam kegiatan kurban ini. Manfaat hidup rukun, saat kegiatan qurban akan membuat kita saling bekerjasama dalam melakukan ibadah ini, setiap apa yang kita lakukan akan menjadi amalan baik. Oleh karena itu akan membuat kita, lebih bisa bersosialisasi dan berhubungan baik dengan orang lain.
6. Rezeki kita menjadi berkah
Saat kita berkurban menjadi salah satu upaya untuk menjadikan apa yang selama ini kita kumpulkan, harta benda yang kita miliki menjadi berkah dengan menggunakannya untuk ibadah. Bahkan manfaat qurban, akan membahagiakan orang lain dalam jalan keislaman.
7. Menjauhkan diri dari sikap tamak
Berkurban membutuhkan banyak syarat yang harus dipenuhi, mulai dari orang tersebut harus mampu, hingga mau melakukannya adalah hal yang tidak mudah. Sebagaian dari kita mungkin ada yang mampu namun tidak mau. Oleh karena itu ketika kita mau untuk berkurban, itu sudah membuktikan kita tidak terlalu tergila-gila dengan harta dan susah untuk mengeluarkannya. Manfaat agama terutama islam, akan membuang sifat serakah yang ada di dalam diri dengan ikhlas dalam berqurban.
Manfaat Qurban bagi orang lain
1. Menjaga tali silaturahmi
Saat hari raya qurban adalah salah satu sarana untuk menjalin tali silaturahmi kepada orang lain. Tidak hanya kepada satu orang saja bahkan bisa sampai banyak orang. Menyukseskan kegiatan kurban dibutuhkan kebersamaan dan peranan banyak orang. Ini akan menjadi sarana pemersatu diantara umat islam. Tidak ada perbedaan di hari itu, kita bersama-sama berbagi kebahagian untuk sesama.
2. Mencukupi kebutuhan gizi kaum kecil
Dari tinjauan kesehatan, manfaat qurban bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat indonesia. Mengingat kebutuhan gizi rakyat indonesia sangat tinggi dan tidak semua rakyat mampu merasakan manfaat daging. Oleh karena itu, saat hari raya qurban menjadi salah satu kesempatan bagi masyarakat dari kalangan bawah untuk memperbaiki asupan gizi, terutama yang berasal dari manfaat daging sapi dan kambing.
Manfaat Qurban lainnya
1. Memakmurkan masjid
Qurban kebanyakan dilakukan di masjid. Saat hari raya kurban pasti setiap masjid melakukan kegiatan penyembelihan dan pembagian hewan kurban. Memakmurkan masjid adalah salah satu perintah yang perlu dilakukan umat islam. Masjid akan tetap dimakmurkan setiap waktunya, karena banyak orang yang melakukan ibadah mulai dari shalat ied bersama hingga proses penyembelihan.
2. Menjaga budidaya hewan ternak
Ini adalah manfaat lain yang bisa di dapatkan untuk meningkatkan aspek pertanian negara kita. Dengan adanya ibadah qurban, maka harus ada hewan yang dikurbankan (disembelih). Peranan para peternak hewan seperti sapi, kambing, dan domba di Indonesia akan sangat penting dalam membantu terlaksananya kegiatan kurban ini. Manfaat qurban akan membantu meningkatkan aspek di bidang peternakan, mengingat sampai saat ini saja negara kita masih saja impor hewan-hewan ternak.
Bagi umat islam tentunya ibadah qurban tidak hanya semata-mata ibadah, namun memberikan manfaatnya untuk sesama muslimin dan muslimat.

Setelah membaca artikel di atas, bagaimana? berminat berqurban tahun ini?
Kami panitia Qurban IDUL ADHA SD AL_FURQAN JEMBER masih menerima qurban dari para pembaca sekalian. Yuk segera berqurban, belajar berqurban sedari dini.
kami tunggu…
banner idul adha 1436 h

Galeri Penyerahan Hadiah Lomba HUT RI ke-70

P1290013

Hari Sabtu tanggal 5 September 2015 di SD Al-Furqan Jember diadakan kegiatan penyerahan hadiah kepada seluruh pemenang lomba-lomba peringatan HUT RI ke-70 yang dilaksanakan pada bulan agustus kemarin.

Selamat kepada seluruh pemenang.
Allahu Akbar !!

P1290020 P1290018 P1290016 P1290013 P1290025

Galeri Lomba Peringatan HUT RI ke-70 SD Al-Furqan Jember

Lomba Pukul Air

Gaung Hari kemerdekaan baru saja berlalu dari kita, walau kita sudah berganti bulan September namun semangatnya masih terasa hingga kini. Pada hari sabtu, tanggal 29 oktober 2015 di SD Al-Furqan meriah dengan berbagai perlombaan antar kelas. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-70, SD Al-Furqan mengadakan berbagai macam perlombaan, diantaranya tiup balon dan estafet kelereng untuk siswa-siswi kelas 1-3 dan lomba tarik tambang, himpit balon, dan memasukkan paku ke dalam botol untuk siswa-siswi kelas 4-6.
Acara berlansung sangat meriah dan ramai, Perlombaan kelas 1-3 bertempat di lapangan upacara SD Al-Furqan, sedangkan kelas 4-6 bertempat di lapangan SD Al-Furqan Jember. Walaupun cuaca begitu terik, namun semangat siswa-siswi masih begitu kentara. Para siswa-siswi bersaing sehat untuk memperoleh kemenangan untuk kelasnya. Tepuk tangan, teriakan dan tawa memenuhi semua area perlombaan. Semoga ini semakin menumbuhkan jiwa nasionalisme seluruh siswa-siswi SD Al-Furqan Jember, dan kami semua Civitas Academica SD Al-Furqan Jember berharap ini menjadi awal dari kita mengamalkan sabda Nabi Muhammad SAW “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah”.

Aamiin..

Sekali lagi Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-70
Merdeka!!

Lomba Pukul Air

Lomba Pukul Air

Lomba Estafet Kelereng

Lomba Estafet Kelereng

Lomba Tarik Tambang

Lomba Tarik Tambang

Lomba Kipas Balon

Lomba Kipas Balon

 

 

Terimakasih Ustad-Ustadzah..

P1220799

P1220799Dirgahayu guru Indonesia dan PGRI ke 69 – Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI setiap tahunnya. Pemerintah menetapkan tema peringatan berbeda-beda setiap tahun. Tema peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2014 dan HUT Ke-69 PGRI adalah “Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru”

 

Peringatan HGN bertepatan dengan HUT PGRI. Dalam komunitas guru, peringatan bersama ini sudah diketahui secara luas asal muasalnya. Guru dan organisasi profesinya, PGRI, tidak lepas dari sejarah perjuangan bangsa pada masa lampau. Baik masa sebelum maupun sesudah Indonesia merdeka.

 

Semasa penjajahan Belanda, para pahlawan tanpa tanda jasa ini, membentuk organisasi Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912. Kemudian tahun 1932 berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini didorong oleh keinginan  untuk merdeka dan mendirikan negara sendiri.

 

Keinginan rakyat Indonesia untuk merdeka baru terwujud pada tanggal 17 Agustus 1945. Tak lama setelah itu diadakan kongres PGI selama dua hari, tanggal 24 dan 25 November 1945 di Surakarta. Pada hari terakhir kongres, ditetapkanlah bahwa PGI berubah nama menjadi PGRI dan tanggal 25 November sebagai hari berdirinya PGRI.

 

Untuk menghargai jasa para guru Indonesia, maka pemerintah mengeluarkan Keppres Nomor 78 Tahun 1994 tentang Penetapan tanggal berdirinya PGRI sebagai hari Guru Nasional. Berdasarkan UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, ditetapkan tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai hari guru Nasional.

 

Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Pepatah lama ini seakan membuat perasaan kita berkecambuk. Kebingungan dengan pepatah yang tercipta. Bertanya-tanya mengapa subjeknya terdiri dari guru dan murid, mengapa predikatnya harus kencing berdiri bagi guru dan kencing berlari bagi murid. Apa yang ingin disampaikan oleh pembuat pepatah ini pertama kali. Mengapa kencing yang harus dijadikan sebagai suatu topic. Mengapa tidak hal-hal yang positif yang menggambarkan romantisme antara guru dan murid. Pepatah antara guru dan murid tersebut justru menuai tawa atau kerut dahi saat orang-orang membacanya. Antara lucu atau ia paham maksud sebenarnya.

Membahas tentang hubungan antara guru dan murid tidak akan pernah habis dan tidak akan pernah bosan selama masih berlangsungnya kehidupan. Hal ini dikarenakan proses pendidikan yang berlangsung selama hidup dan seumur hidup. Guru dan murid memiliki hubungan yang istimewa. Masih ingatkah dengan lagu dangdut yang dinyanyikan oleh raja dangdut Rhoma Irama dan Rita Sugiarto yang liriknya “Pa Guru, yang ini apa namanya?” lalu gurunya menjawab “Re Do Do Sol Do Do Mi” jawab gurunya dengan menunjukkan nada-nada dalam piano. Hal ini secara sederhana menunjukkan bahwa hubungan guru dengan murid adalah hubungan yang unik. Mereka berhubungan dikarenakan memiliki misi suci dan mulia, yaitu pendidikan. Aktivitas belajar mengajar merupakan aktivitas yang terjadi dalam hubungan guru dan murid. Guru memiliki peran yang plus dibandingkan dengan muridnya. Guru menjadi teman yang dewasa bagi murid, menjadi fasilitator, menjadi pengajar, tempat bertanya, menjadi pahlawan, menjadi inspirator, menjadi penstimulus murid, menjadi motivator, menjadi seseorang yang dicintai murid dan yang paling penting adalah menjadi seorang teladan bagi murid (uswatun khasanah). Hal ini disebabkan 1 teladan saja lebih mengena di hati seseorang dari pada 1000 nasihat.

Kembali lagi pada pepatah guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Entah apapun latar belakangnya sang pencipta pepatah lama ini, namun makna dan filosofinya menyadarkan kita bahwa begitu hebatnya akibat yang timbul jika seorang guru tidak memperlihatkan teladan yang baik bagi para muridnya. Bahkan akibat yang ditimbulkan mungkin saja bisa 2 tingkat lebih parah atau bertingkat-tingkat lebih parah dengan apa yang semula dilakukan oleh guru.

Potensi ini menjadi titik tolak perubahan bagi pendidikan guru pada masa yang akan datang. Dengan semakin berkembangnya zaman, murid yang banyak dininabobokan oleh tayangan-tayangan yang banyak menampilkan sosok selebriti di televisi, sosok-sosok yang tidak memiliki perangai yang baik, yang kini justru digandrungi dan dijadikan kiblat untuk ditiru dan diikuti baik dari segi gaya bicara, pakaian perilaku dan sebagainya. Apakah hal ini memungkinkan bahwa sosok teladan guru telah usang dan tergantikan dengan mereka para sosok selebriti. Apakah bangsa ini rela menjadikan sosok selebriti sebagai agent of change , padahal kita mengetahui bahwa kehidupan mayoritas selebriti hanya mempertontonkan kehidupan yang mewah, glamour, penuh dengan sensasi, berpakaian serba mini, bergaya ala kebarat-baratan menghilangkan adat ketimuran. Apakah kita rela menyerahkan keteladanan pada para selebriti seperti itu, yang jelas-jelas telah mengikis nilai-nilai budaya dan agama. Tentu saja sangat tidak rela. Kita lebih rela menyerahkan keteladanan pada sosok yang berada di sudut-sudut sekolah yang bersahaja, yang memiliki keikhlasan yang tinggi di penjuru-penjuru kelas untuk menjalankan tugas mulianya yaitu mendidik anak didiknya, yang berada dekat-dekat dengan para rombongan belajar setiap harinya. Sungguh tidak rela jika teladan guru telah usang dan tergantikan oleh manusia-manusia yang  tidak bertanggung jawab membawa misi yang tidak sejalan dengan ruh pendidikan. Kami merindukan sosok teladan guru seperti dulu. Guru, sosok yang “digugu” dan “ditiru”.

 

Kita tahu jasa guru kita begitu besar.

Kita tahu perjuangan mereka tak kenal waktu.

Ada yang sampai rela naik turun gunung, cuma hanya menebar secerca ilmu.

Berkat guru, kita pun jadi tahu akan baca tulis.

Berkat guru, kita pun jadi bisa berhitung.

Berkat guru, kita pun bisa menjadi seorang engineer.

Lebih lagi jadi seorang guru agama.

Lebih lagi jadi seorang guru yang mengenalkan Islam.

Lebih lagi jadi seorang guru yang menunjukkan shirotul mustaqim.

Waktunya lebih banyak untuk umat, sampai kadang kurang untuk dirinya sendiri dan keluarga.

Terus apa balas kita?

Ucapan terima kasih yang begitu besar tentu pantas disematkan pada mereka.

Karena apa?

Siapa yang tidak tahu terima kasih pada yang berjasa padanya, maka tentu ia tidak pantas dikatakan bersyukur.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

??? ???????? ??????? ???? ??? ???????? ????????

Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Kebaikannya tentu saja pantas untuk dibalas.

Dari Jabir bin Abdillah Al Anshary, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

???? ?????? ???????? ?????????? ??????????????? ?????? ???? ?????????? ?????????? ????????? ????????? ????? ??????? ???????? ?????? ????????? ?????? ???????? ?????? ????????? ?????? ???????? ????? ???? ??????? ???????????? ?????? ???????? ??????

Siapa yang memperoleh kebaikan dari orang lain, hendaknya dia membalasnya. Jika tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, hendaklah dia memuji orang tersebut, karena jika dia memujinya maka dia telah mensyukurinya. Jika dia menyembunyikannya, berarti dia telah mengingkari kebaikannya. Seorang yang berhias terhadap suatu (kebaikan) yang tidak dia kerjakan atau miliki, seakan-akan ia memakai dua helai pakaian kepalsuan.” (HR. Tirmidzi: 25-Kitab Al Birr wash Shilah, 87-Bab Maa Jaa-a fii Man Tasyabba’a bimaa Lam Yu’thihi, shahih).

Namun kami rasa kebaikan guru kita tak mungkin dibalas dengan jasanya semisal yang ia beri.

Lantas dengan apa?

Dengan doa dan terus mendoakannya dalam kebaikan, itulah cara bisa membalasnya.

??? ?????? ??????? ????????? ??????????? ? ????? ??? ???????? ??? ??????????? ???? ???????? ???? ?????? ?????? ???????? ??? ?????????????

Siapa yang memberikan kebaikan untuk kalian, maka balaslah. Jika engkau tidak mampu membalasnya, doakanlah ia sampai-sampai engkau yakin telah benar-benar membalasnya.” (HR. Abu Daud no. 1672 dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Jazakallah khoir para guru kami …

Jazakallah khoir para ustadz kami …

Jazakallah khoir para masyaikh kami …

Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan melimpah di sisi-Nya.

Dari Usamah bin Zaid, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

???? ?????? ???????? ????????? ? ??????? ??????????? : ??????? ??????? ??????? , ?????? ??????? ??? ??????????

Siapa yang diberikan kebaikan, maka katakanlah kepada pelakunya, “Jazakallah khoiron (semoga Allah membalas dengan kebaikan). Seperti itu sudah sangat baik dalam memuji” (HR. Tirmidzi no. 34).

Semoga Allah membalas jasa baikmu dengan memberkahi umurmu, memberkahi waktumu, menjaga keluargamu, menambah terus ilmumu, memperbagus amalmu, membaguskan dunia dan akhiratmu.

Moga doa kami pun dapat khusus ditujukan pada guru-guru kami sebagaimana contoh ulama salaf terdahulu.

??? ?????? ?? ????: ???? ???? ?????? ????: ??? ???? ???? ???????? ???? ??

Al Harits bin Suraij berkata, aku mendengar Al Qotton berkata, “Aku senatiasa berdo’a pada Allah untuk Imam Syafi’i, aku khususkan do’a untuknya.”

???? ??? ??? ?? ????: ??? ???? ???? ?? ??? ????? ???????

Abu Bakar bin Kholad berkata, “Aku selalu berdo’a pada Allah di akhir shalatku untuk Syafi’i.” (Disebutkan oleh Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala’, 10: 20, cetakan Muassasah Ar Risalah, cetakan ke-11, 1422 H).

 

# Oleh muridmu yang mungkin masih sangat kurang dalam membalas jasamu,

Yang senantiasa mengharapkan rahmat-Nya: Muhammad Abduh Tuasikal

 

Bertepatan dengan Hari Guru Nasional ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru, teladanmu belum usang, seusang album Ki Hajar Dewantoro. Meskipun  albumnya yang tlah usang, namun teladan Ki Hajar Dewantoro dan teladan para guru tak kan pernah usang. Terima Kasih Guru Teladanmu belum Usang

Selamat hari Guru Nasional.

SELAMAT HARI AYAH, AYAHANDA TERCINTA!

selamat hari bapa 6

selamat hari bapa 6Sejarah Awal Mula Hari Ayah Indonesia

Ayah memiliki porsi yang tak kalah penting dari seorang ibu. Dan karena alasan itu pula, di samping Hari Ibu pada 22 Desember, rakyat Indonesia memperingati Hari Ayah  setiap 12 November.

Perayaan Hari Ayah di Indonesia memang belum sepopuler Hari Ibu. Perayaan yang juga bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ini lahir dari prakarsa sebuah komunitas lintas agama pada 2006 silam.

Uniknya, para pemrakarsa Hari Bapak Nasional ini bukanlah kaum ayah. Melainkan para wanita. Kaum ibu yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) menggelar deklarasi Hari Ayah pada 12 November 2006 di Pendapi Gede Balaikota Solo, Jawa Tengah.

Seperti dikutip dari laman Sumenep.go.id, Rabu (12/11/2014), deklarasi juga digelar bersamaan oleh beberapa anggota PPIP lainnya di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ketua PPIP kala itu, Gress Raja mengatakan, Hari Bapak lahir karena figur ayah sebagai bagian dari keluarga juga memegang peran sangat penting dalam pembentukan karakter keluarga. Bapak dan ibu adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Usai deklarasi, mereka mengirimkan piagam deklarasi Hari Ayah dan buku ‘Kenangan Buat Ayah’ kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bupati di 4 penjuru Indonesia. Yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud, dan Pulau Rote.

Sementara Hari Ayah di negara lain dirayakan dalam waktu yang berbeda-beda. Seperti di Serbia yang dirayakan setiap 6 Januari. Lalu di Korea Selatan Hari Ayah diperingati setiap 8 Mei. Sementara rakyat Amerika Serikat, Jepang, dan India merayakannya setiap pekan ketiga di Bulan Juni. (Mut)

Bagaimakah Perspektifnya dalam Islam

Hari Ayah merupakan kegiatan yang tidak ada tuntunannya dalam Islam. Namun dengan merayakannya bukan berarti kita melakukan hal bid’ah dan melenceng dari ajaran Islam. Malah dengan menyambut hari Ayah, secara tidak langsung dapat mengingatkan kepayahan dan jerih perit yang dilalui oleh ibu bapa untuk membesarkan dan mendidik anak mereka mengikut acuan yang sebenarnya. Rasulullah SAW bersabda;
“Sesungguhnya setiap perbuatan itu disertakan dengan niat dan sesungguhnya setiap orang itu apa yang diniatkan. Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya kerana Allah dan Rasulnya dan barangsiapa yang berhijrah kerana dunia atau kerana perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang dihajatkannya. (Muttafaqun Alaih) ”

Pengajaran daripada hadis di atas, walaupun hijrah itu merupakan suatu perkara yang diperintahkan oleh Allah dan melaksanakannya merupakan suatu ketaatan yang akan dibalas dengan pahala sekiranya dilakukan semata-mata kerana Allah SWT dan seandainya dilakukan kerana niat selain kerana-Nya walaupun ianya perkara ketaatan namun ianya tidak akan diganjari dengan pahala oleh Allah SWT.

Begitu juga keadaannya dengan sambutan Hari Ayah ini, seandainya dilakukan kerana mengagung-agungkan tuhan selain daripada Allah, maka ianya akan menyebabkan kekafiran yang nyata. Di SD Al-Furqan Jember, Hari Ayah disambut karana merealisasikan pengiktirafan yang dinyatakan oleh Allah di dalam Al-Quran;

“Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadanya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. jika salah seorang dari keduanya, atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan “Uff”, dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun).” [ Al-Isra’: 23]

dan

“Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; dan jika mereka berdua mendesakmu supaya engkau mempersekutukan Aku (dalam ibadatmu) dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya, maka janganlah engkau taat kepada mereka. kepada Akulah tempat kembali kamu semuanya, kemudian Aku akan menerangkan kepada kamu segala yang kamu telah kerjakan”. [Al-Ankabut: 8]

Dan begitu juga seperti yang dikemukaan dalam sebuah hadits,

???? ?????? ?????????? ?????? ????? ?????? ????? ????? ?????? ????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? :??? ???????? ?????? ???? ??????? ???????? ???????? ??????????? ????? ???????? ????? ????? ????? ????? ???????? ????? ????? ????? ????? ???????? ????? ????? ????? ????? ????????

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Merujuk dari hal diatas, kami sependapat dengan Dr Muhammad al-Banna, beliau berpendapat bahawa tiada halangan untuk menyambut Hari Ayah dengan syarat:

1. Tidak berlaku di dalamnya perkara-perkara yang diharamkan oleh Syariah seperti pergaulan bebas diantara lelaki dan perempuan.
2. Tidak dimaksudkan untuk menyerupai orang-orang Barat dan bukan Islam.
3. Hendaklah kandungan perayaan itu diteruskan sepanjang tahun iaitu tidak terbatas kepada hari tersebut sahaja.

4. Sebagai wujud Birrul Walidain kita seperti yang telah diajarkan Agama Islam untuk menghormati keduanya.(Sumber: UBM)

Keutamaan Menghormati Orang Tua

Oleh Ust. Drs. Muhammad Said

Birrul Walidain merupakan kebaikan-kebaikan yang dipersembahkan oleh seorang anak kepada kedua orang tuanya, kebaikan tersebut mencakup dzahiran wa batinan dan hal tersebut didorong oleh nilai-nilai fitrah manusia. Wajibatul walid (kewajiban orang tua) ialah orang tua berkewajiban mempersiapkan anak-anaknya agar berbakti kepadanya. Sabda Rasulullah Allah merahmati orang tua yang menolong anaknya untuk bisa berbakti kepadanya.

Keutamaan-keutaman dari Birrul Walidain

1. Ahabul amali illalahi taala (amal yang paling dicintai disisi Allah SWT)

Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abdir Rahman Abdillah Ibni Masud ra Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW amal apa yang paling di cintai disisi Allah? Rasulullah bersabda Shalat tepat pada waktunya. Kemudian aku tanya lagi Apa lagi selain itu? bersabda Rasulullah Berbakti kepada kedua orang tua Aku tanya lagi Apa lagi ?. Jawab Rasulullah Jihad dijalan Allah. Ini berarti diantara 2 amal yang paling dicintai Shalat tepat waktu dan jihad fisabilillah tidak berarti jika durhaka kepada orang tua. Ini dikisahkan bahwa Rasulullah pernah menolak salah seorang sahabat untuk berjihad dijalan Allah karena belum mendapat ridha orang tua. Akhirnya Rasulullah memperintahkan sahabat tsb untuk segera pulang memperbaiki hubungan dengan kedua orang tuanya.

2. Laisajaza an min waladin ila walidih (Bakti kepada orang tua bukanlah merupakan suatu balas budi)

Seseorang anak tidak akan dapat membalas jasa kedua orang tua. Sebagaimana dalam hadist Tidak akan dapat membalas seorang anak kepada orang tuanya melainkan anak itu mendapatkan orang tuanya sebagai hamba sahaya lalu dia membelinya kemudian memerdekakannya.

3. Al ummu hiya ahaqu suhbah (perioritas untuk mendapat perlakuan yang lebih dekat dari kedua orang tua ialah ibu)

Dikisahkan seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Siapakah yang lebih berhak diantara manusia yang paling harus aku perlakukan secara baik? menjawab Rasulullah Ibumu Bertanyalah lagi sahabat tsb Siapalagi Ya Rasulullah? Menjawab Rasulullah Ibumu Bertanyalah lagi sahabat tsb Siapalagi Ya Rasulullah? Jawab Rasulullah Ibumu Bertanyalah lagi sahabat tsb Siapalagi Ya Rasulullah? Barulah Rasulullah menjawab Bapakmu. Dalam Qs. 31:14 Allah memerintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, terutama pada ibunya yang telah mengandung dan menyusuinya.

4. Makruman bi ibadatillah (Berbakti kepada orang tua dibarengi dengan ibadah kepada Allah SWT)

Qs. Al Israa ayat 23 Allah memerintahkan untuk beribadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orang tua melarang perkataan ah dan membentak kepada keduanya dan mengucapkan perkataan yang mulia. Ayat ini mengartikan bahwa berbakti kepada orang tua sama wajibnya dengan ibadah kepada Allah SWT.

Unsur-unsur Birrul Walidain

Seorang anak ketika ingin berbakti kepada kedua orang tuanya harus bersikap atau berakhlak yang terkait dengan unsur-unsur Birrul Walidain . Jika unsur-unsur tsb tidak terpenuhi maka hukukul walidain (durhaka kepada orang tua). Unsur-unsur Birrul Walidain yaitu:

1. Al muhaqodhotu alal kaul

Seorang anak hendaknnya menjaga dan memelihara ucapannya dihadapan orang tua, terlebih bagi mereka yang sudah berusia lanjut jangan sampai perkataan atau perbuatannya menyinggung perasaan mereka, sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam Qs.17 : 23.
2. Khofdul Jannah

Sikap bahasa tubuh seorang anak tidak boleh membusungkan dada terhadap orang tua melainkan merendahkan diri kepada keduanya dengan penuh kasih sayang dan mendoakan mereka agar keduanya dikasihi Allah sebagaiman mereka mengasihinya waktu kecil. Hal ini diperintahkan Allah SWT dalam Surat Al Israa ayat 24.

3. Attoah Almushahabah

Akhlaq seorang anak yang taat dan kedekatan serta keakraban terhadap orang tua. Walaupun mungkin ketidaktaatan seorang anak kepada orang tua karena permasalahan yang sangat syari (prinsip) tetapi sikap mushahabah (keakraban) tetap harus dilakukan karena itu merupakan hak orang tua, Allah menjelaskannya dalam Qs. 31:15.

4. Sabatulbirri bada wafatihima

Tetap berkewajiban berbakti kepada orang tua setelah kedua meninggal dunia. Dalam surat An Anjm ayat 39-41 bahwa Allah SWT memberikan kesempatan kepada orang tua yang meninggal dunia masih memiliki simpanan amal kebaikan yang dapat diperoleh dari anak-anak yang sholeh dan sholeha. Dalam suatu hadist dikisahkan bahwa suatu ketika datang seseorang menghadap Rasulullah SAW kemudian berkata Ya Rasulullah apakah masih ada kesempatan untuk berbakti aku kepada orang tuaku setelah keduanya meninggal dunia? Rasulullah dengan tegas menjawab Ya, masih ada. Ada 5 hal yang harus dijalankan setelah kepada seorang anak agar berbakti kepada orang tua yang telah meninggal :
a. Asshalatu alaihima (berdoa untuk keduanya)
b. Wal isthigfaru lahuma (memohonkan ampun keduanya)
c. Wainfadzu ahdihima (melaksanakan janji-janjinya)
d. Waiqramu shadiqihima (memuliakan teman-teman keduanya)
e. Wasilaturrahimmisilati latu shallu illa bihima (silaturrahmi kepada orang-orang yang tidak ada hubungan silaturahmi kecuali melalui wasilah kedua orang tua)

Kisah-kisah Para Nabi & sahabat Rasulullah SAW dalam mempraktekan Birrul Walidain

Kisah Nabi Ibrahim As

Nabi Ibrahim As mempunyai ayah yang bernama Azar yang aqidah-nya berseberangan dengan Nabi Ibrahim As tetapi tetap menunjukan birrul walidain yang dilakukan seorang anak kepada bapaknya. Dalam menegur ayahnya beliau menggunakan kata-kata yang mulia dan ketika mengajak ayahnya agar kejalan yang lurus dengan kata-kata yang lembut sebagaimana dikisahkan Allah pada Qs. 19 : 41-45.

Kisah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW yang telah ditinggal ayahnya Abdullah karena meninggal dunia saat Rasulullah masih dalam kandungan ibunya Aminah. Dalam pendidikan birrul walidain ibunya mengajak Rasulullah ketika berusia 6 tahun untuk berziarah kemakam ayahnya dengan perjalanan yang cukup jauh. Dalam perjalanan pulang ibunda beliau jatuh sakit tepatnya didaerah Abwa hingga akhirnya meninggal dunia. Setelah itu Rasulullah diasuh oleh pamannya Abdul Thalib, beliau menunjukan sikap yang mulia kepada pamannya walaupun aqidah pamannya berbeda dengan Rasulullah. Dan Rasulullah berbakti pula kepada bibinya yang bernama Sofiah binti Abdil Mutthalib.

Kisah Abu Bakar As Siddiq ra

Abu Bakar As Siddiq ra adalah sahabat Rasulullah SAW yang patut ditauladani dalam berbaktinya terhadap orang tua. Disaat orang tuanya telah memasuki usia yang sangat udzur, bukan hanya perkataan yang lemah lembut lagi mulia dan sikap yang baik melainkan juga beliau dapat mengajak bapaknya yakni Abu Khuwafah untuk beribadah kepada Allah SWT dan mengakui Islam sebagai pedoman hidupnya dan hal ini dinanti oleh Abu Bakar dengan cukup lama. Allah berfirman dalam QS 14 : 40 41 ayat yang doa agar anak, cucu dan seluruh anggota keluarganya menjadi orang-orang yang muqiimas shalat (mendirikan shalat) dan diampuni dosa-dosanya. Ayat ini merupakan suatu kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada kelurga Abu Bakar As Siddiq ra.

Kisah Saad Bin Abi Waqas ra

Saad bin Abi Waqas ra menerapkan bagaiman konteks Birrul Walidain mempertahankan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Saat ibunya mengetahui bahwa Saad memeluk agama Islam, ibunya mempengaruhi dia agar keluar dari Islam sedangkan Saad terkenal sebagai anak muda yang sangat berbakti kepada orang tuanya. Ibunya sampai mengancam kalau Saad tidak keluar dari Islam maka ia tidak akan makan dan minum sampai mati. Dengan kata-kata yang lembut Saad merayu ibunya Jangan Kau lakukan hal itu wahai Ibunda, tetapi saya tidak akan meninggalkan agama ini walau apapun gantinya atau resikonya. Tidak bosan-bosannya Saad menjenguk ibunya dan tetap berbuat baik kepadanya serta menegaskan hal yang sama dengan lemah lembut sampai suatu ketika ibunya menyerah dan menghentikan mogok makannya. Kisah ini juga merupakan asbabun nujul turunnya ayat Qs 31 : 15.

Ketika seorang anak berbakti kepada orang tua merupakan suatu bakti yang tidak hanya sekedar didunia tetapi juga di yaumil akhir.

Selain birrul walidain merupakan kewajiban bagi setiap Muslim atau Muslimah, birrul walidain mempunyai banyak keutamaan di dalam Islam. Kalau kita gali dan telaah banyak keterangan baik itu dalam Al Quran maupun hadist yang disampaikan oleh Rasululloh Sholallohu’alaihi wa salla kepada kita tentang keutamaan birrul walidain di dalam Islam. Di antara keutamaan tersebut adalah:

1. Birul walidain menjadi salah satu sebab panjangnya umur dan melimpahnya rezeky

Dalam sebuah hadist, Rasululloh Sholallohu’alaihi wa Sallam pernah menjelaskan tentang masalah ini yang artinya:

Dari Anas bin Malik dia berkata, Rosululloh bersabda. Barangsiapa yang menginginkan untuk dipanjangkan umur baginya dan ditambah rezekinya, maka hendaklah berbakti pada kedua orang tuanya serta menyambung silaturahmi.” (HR. Ahmad)

2.Birrul walidain merupakan salah satu wasilah/perantara untuk menghilangkan bencana dan kesempitan yang melanda.

Semua orang tentu pernah merasakan yang namanya bencana dan kesempitan hidup, kesusahan serta masalah yang datang silih berganti tida henti menghapiri. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dan imam Muslim dari Abdulloh Ibnu Umar yang menceritakan tentang kisah 3 orang yang terjebak di dalam gua. Di antara 3 orang tersebut ada satu orang yang bertawassul dengan birrul walidainnya kepada orang tuanya.

Seorang dari mereka berkata yang artinya: “Ya Alloh , aku memiliki orang tua yang telah renta serta lanjut usianya dan aku tidak pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu hari amat jauhlah aku mencari kayu – yang dimaksud adalah daun-daunan untuk makanan ternak. Aku belum lagi pulang pada kedua orang tua itu sampai mereka tertidur. Selanjutnya akupun terus memerah minuman untuk keduanya dan ketika keduanya aku temui ternyata telah tertidur telah tidur. Aku enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. Seterusnya aku tetap dalam keadaan menunggu mereka bangun dari tidurnya dan gelas itu tetap pula di tanganku, sehingga fajarpun menyingsing, Anak-anak kecil pun sama mereka menangis karena kelaparan sedang mereka berada di dekat kedua kakiku. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka minum minumannya. Ya Alloh , jikalau aku mengerjakan yang sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan keridhoan-Mu, maka lapangkanlah kesukaran yang sedang kita hadapi dari batu besar yang menutupi ini.” Batu besar itu tiba-tiba membuka sedikit, tetapi mereka belum lagi dapat keluar dari gua.

Dari penggalan hadits tersebut jelas bahwa birrul walidain bisa menjadi sarana bertawassul kepada Alloh Subhanahuwata’ala untuk menghilangkan segala bencana yang melanda kita.

3.Birrul walidain salalah satu sebat mustajabnya doa.

Dari Umar bin Khoththob berkata, Aku mendengar Rosululloh sholallhu’alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya;
Akan datang kepada kalian Uwais bin ‘Amir bersama gerombolan musafir dari negeri Yaman yang berasal dari daerah Murod kemudian berdiam di daerah Qorn. Dia diuji oleh Alloh dengan penyakit kusta disekujur tubuhnya kemudian sembuh kecuali tinggal bercakan sebesar dirham di tubuhnya. Dia mempunyai ibu dan sangat berbakti kepadanya. Seandainya dia bersumpah dalam doanya tentu Alloh Ta’ala akan mengabulkannya. Jika kalian mampu agar dia memohonkan ampun kepada Alloh untuk kalian, maka lakukanlah.” (HR. Muslim)

4.Birrul walidain merupakan salah satu sarana untuk menghapus dosa.

Siapa didunia ini yang tidak memiliki dosa, entah itu dosa kecil atau pun dosa besar yang mengundang kemurkaan Alloh Ta’ala baik didunia maupun diakhirat nanti. Birrul walidain merupakan salah satu sarana yang dapat kita lakukan sebagai penghapus dosa-dosa yang kita miliki. Hal ini sebagaimana hadits Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam .
Dari Umar bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata: “Wahai Rosululloh sesungguhnya aku telah terjatuh kepada suatu perbuatan dosa besar. Apakah masih ada taubat bagi saya?. Nabi bersabda, Apakah engkau masih mempunyai Ibu? Diapun menjawab, ‘Tidak.’ Apakah engkau masih memiliki bibi dari pihak ibu?. Diapun menjawab,’Ya’. Nabi bersabda; Maka berbuat baiklah kepadanya.” (HR. at-Tirmidzi)

Tentang kedudukan bibi dari pihak ibu Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam pernah bersabda;
Bibi dari pihak ibu itu kedudukannya sama seperti seorang ibu (ketika ibu telah meninggal). (HR. at-Tirmidzi)

Dari hadits di atas jelas sekali bahwa berbakti kepada kedua orang tua terutama kapada seorang ibu bisa menghapuskan dosa-dosa seseorang sekalipun dosa yang dimilikinya adalah dosa yang besar tentunya dengan izin Alloh Subhanahuwata’ala.

5.Birrul walidain merupakan jalan menuju Jannah.

Tentu semua orang sangat menginginkan untuk menjadi salah satu penghuni Surga atau Jannah yang penuh dengan kenikmatan. Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan salah satu sarana untuk seseorang yang ingin memasuki jannah. Dalam hal ini, ada hadist yang disampaikan oleh imam Al Baihaqi yang artinya:

“Dari Aisyah dia berkata, Rosululloh bersabda: ‘Aku telah bermimpi berada di dalam surga, maka aku mendengar seorang pembaca yang melantunkan bacaan.’ Akupun bertanya siapakah dia? Maka malaikatpun menjawab dia adalah sahabat Haritsah bin an-Nu’man . Maka Rosululloh menjawab itulah berbakti. Itulah berbakti. Dia adalah sebaik-baik manusia yang berbakti kepada ibunya.’ (HR. al Baihaqi)

Di dalam riwayat yang lain disebutkan.

Dari Abu Hurairoh dia berkata, Rosululloh bersabda, “Sungguh celaka, sungguh celaka, Sungguh celaka.” Dikatakan oleh Para sahabat siapakah mereka wahai Rosululloh . Nabi menjawab, yaitu mereka yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut akan tetapi tidak memasukkan kedalam jannah.” (HR. Muslim)

Dari hadits di atas jelas bahwa birrul walidain adalah sarana menuju jannah Alloh subhanahuwata’ala yang penuh dengan kenikmatan. Untuk itu jangan sampai kita tunda Lagi kesempatan ini. Jika orang tua kita masih ada, maka jangan sampai kita menelantarkan mereka. Berbuatbaklah semampu yang kita bisa, senangkan mereka dan jangna sampai menyinggung perasaan keduanya. Jika hari ini orang tua kita telah tiada, maka kita pun masih bisa berbuat baik keapda mereka baik dengan senantiasa mendoakan keduanya atau berupa sedekah yang pahalanya kita tujukan bagi mereka.

Jika selama ini kita telah berbakti kepada kedua orang tua, maka bersyukurlah dengan karunia yang telah Alloh berikan tersebut. Selanjutnya berusahalah istiqomah karena memang ini bukan amalan yang mudah. Adapun jika selama ini kita tidak paham akan keutamaan berbakti kepada orang tua, maka mulailah dari sekarang dan jangan ditunda lagi. Inilah ladang kita meraup pahala sekaligus pintu kita masuk surga. Semoga kita selalu dimudahkan dalam birul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua kita. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat baik bagi kami maupun bagi kaum muslimin secara umum Wallohu a’lam bishowab. Mari kita jadikan ajang Hari Ayah ini sebagai wujud birrul walidain kita kepada kedua orang tua yang sudah mengasihi kita sedari kecil.  Apapun panggilannya, Ayah, Bapak, Papa, Abah, Abi, penulis mengucapkan Selamat Hari Ayah, Ayahanda Tercinta!

Ya Allah, ampunilah dosanya, dan sayangilah beliau sebagaimana beliau menyayangiku diwaktu kecil.

Terimakasih telah berkunjung.