b

BERHASIL SINGKIRKAN RIBUAN PESAING

Rafifah Utami Wakili Indonesia di IMSO Internasional Siswa Kelas VI SD Al-Fur5qan Jember ini berhasil menyingkirkan ratusan ribuan pesaing dari seluruh Indonesia dalam ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2014. kini, Read More »

a

PRESTASI SISWA SD AL-FURQAN JEMBER SEPTEMBER 2014

Alhamdulillah, siswa SD Al-Furqan Jember “M. BAdrul Kamal” Kelas VI-A berhasil meraih prestasi dalam Lomba Origami Hari Anak Nasional Kabupaten Jember Tahun 2014. Dalam Perlombaan tersebut M. Badrul Kamal meraih Juara dalam Read More »

pramuka2

MEMAKNAI PERINGATAN HARI PRAMUKA KE-53

PRAJA Muda Karana, ada yang mengenal sebutan ini? Ya, sebutan dengan arti rakyat muda yang suka berkarya ini merupakan kepanjangan dari pramuka. Dan hari ini, 14 Agustus merupakan peringatan Hari Pramuka ke-52. Read More »

ucapan3

Bagaimanakah Ucapan Idul Fitri yang Sesuai dengan Sunnah Nabi ?

Lumrahnya di Indonesia di masa Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, di lingkungan kita akan ramai dengan ucapan memberi selamat Hari Raya Idul Fitri antar sesama. Tapi benarkah ucapan yang sering Read More »

P1150471

LANTUNAN AYAT AL-QUR’AN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAH

  “Sesungguhnya barang siapa mendekatkan diri (ibadah) kepada Allah di bulan Ramadhan dengan satu kefardhuan maka  menyamai (pahala) 70 kefardhuan diselain Ramadhan, dan barang siapa beribadah dengan satu kesunnahan maka menyamai (pahala) Read More »

BERHASIL SINGKIRKAN RIBUAN PESAING

b
b 470x189 BERHASIL SINGKIRKAN RIBUAN PESAING

Go International :Rafifah Utami Ananda ( Berkerudung ) mengampit Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dan Kepala SD Al-Furqan Jember

Rafifah Utami Wakili Indonesia di IMSO Internasional

Siswa Kelas VI SD Al-Fur5qan Jember ini berhasil menyingkirkan ratusan ribuan pesaing dari seluruh Indonesia dalam ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2014. kini, Rafifah Utami Ananda dari SD Al-Furqan Jembe r bersama belasan siswa SD lainnya akan dikirim ke IMSO Internasional.

Rafifah Utami Ananda menduduki peringkat 2 nasional seleksi bidang Matematika tingkat Nasional. Beberapa waktu yang lalu, Rafifah biasa dia dipangil, mendapatkan penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Drs Bambang Hariono MM. Rafifah didampingi oleh guru pembimbing dan Kepala Sekolah SD Al-Furqan Jember Ustad Abdul Holik, M. Pd. Kabid TK/SD Achmad Yasin juga ikut bersama Bambang Hariono di ruang kerjanya.

Bambang menilai, siswa tersebut telah mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Jember dan Provinsi Jawa Timur. Sebab dalam IMSO, keduanya akan mewakili INdonesia. “Saya doakan sukses. kalian tak hanya mewakili Jember, tetapi juga Indonesia”. ujarnya.

Kegiatan IMSO akan diselenggarakan hari ini, 07  Oktober 2014 di Denpasar Bali. Pagi tadi Ustad Abdul Holik selaku Kepala Sekolah memimpin doa bersama dewan guru,karyawan dan seluruh siswa-siswi SD Al-Furqan Jember. tak lupa, segenap civitas academica SD Al-Furqan Jember mengharap bantuan doa dari seluruh wali murid, elemen masyarakat jember dan khususnya seluruh warga Indonesia demi kesuksesan Rafifah Utami Ananda dalam ajang IMSO tersebut. Aamiin…

Salam Berprestasi! Allahu Akbar!

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

PRESTASI SISWA SD AL-FURQAN JEMBER SEPTEMBER 2014

a
a 346x260 PRESTASI SISWA SD AL FURQAN JEMBER SEPTEMBER 2014

Foto Bersama Kepala Sekolah SD Al-Furqan Jember, Ibunda Tercinta dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember

Alhamdulillah, siswa SD Al-Furqan Jember “M. BAdrul Kamal” Kelas VI-A berhasil meraih prestasi dalam Lomba Origami Hari Anak Nasional Kabupaten Jember Tahun 2014.

Dalam Perlombaan tersebut M. Badrul Kamal meraih Juara dalam 2 cabang perlombaan yang digelar saat itu, yaitu :

1. Juara I Lomba seni Melipat Kertas Tema “Rabbit”

2. Juara II Lomba Seni Melipat Kertas Tema “Easy Dragon”

Membanggakan sekali, bukan? Wah…Sekali lagi selamat ya untuk M. Badrul Kamal.

Salam Berprestasi! Allahu Akbar !!

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

MEMAKNAI PERINGATAN HARI PRAMUKA KE-53

pramuka2

logo hari pramuka 2014 259x260 MEMAKNAI PERINGATAN HARI PRAMUKA KE 53PRAJA Muda Karana, ada yang mengenal sebutan ini? Ya, sebutan dengan arti rakyat muda yang suka berkarya ini merupakan kepanjangan dari pramuka. Dan hari ini, 14 Agustus merupakan peringatan Hari Pramuka ke-52.

Sebagai anak yang mengenyam bangku sekolah, pasti tidak sulit untuk menerka bahwa hari ini merupakan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh anggota pramuka. Tentu, hari ini hari berdirinya Gerakan Pramuka Indonesia yang secara resmi diperkenalkan pada tanggal 14 Agustus 1961 yang ditandai dengan apel besar dan diikuti dengan pawai keliling Jakarta di depan Presiden RI, Soekarno.

Tema Peringatan hari Pramuka ke-53 tahun ini adalah “Mantapkan Pembentukan Karakter kaum muda melalui Gugus Depan Terakreditasi”. Tema yang tentunya sarat makna dan visi – misi ke depannya, tentunya hal ini senada dengan tujuan pramuka untuk ikut serta membangun generasi muda yang berkarakter kebangsaan.
Kak Aditya, salah satu ustad sekaligus Ka Gudep SD Al-Furqan Jember ini menuturkan, makna Hari Pramuka secara sederhana ialah mengenang jasa-jasa pahlawan, menggali lebih dalam lagi sejarah dari pramuka, juga mengajarkan dan menanamkan jiwa patriotisme.
“Saya bangga jadi anggota pramuka karena di pramuka kita bisa mengekspresikan karya dan kreasi, serta bakat yang kita miliki. Selain itu, saya juga mendapat banyak manfaat dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” jelas Kak Adit ini.
Hal serupa diungkapkan Ustadzah Sri yang juga menjabat sebagai Ka Gudep Putri SD Al-Furqan Jember.  “Bangga sekali bisa menjadi anggota pramuka sampai sekarang. Tentu saja, di setiap peringatan Hari Pramuka membawa makna untuk seorang pandu, yaitu untuk segala prestasi yang telah kita capai selama ini,” tutur Kak Sri.
Sedang, Ustad Hari Jumarto selaku Kepala Bidang Umum di SD AL-Furqan menuturkan, walau beliau bukan anggota pramuka tapi, menurutnya, pramuka bisa memberikan pelajaran tentang arti kekompakan dan solidaritas.
“Saya bukan anggota pramuka tapi menurut saya menjadi anggota pramuka itu bisa banyak belajar soal kekompakan dan solidaritas sesama anggota pramuka. Bukan hanya itu kita juga bisa kenal dengan alam dan lingkungan lewat pramuka,” ungkap beliau.
Senada dengan Ustad Mar, Kak Kiki juga menuturkan pramuka memberikan kita banyak pengalaman yang tentunya belum tentu didapatkan di ruang kelas.
“Banyak pengalaman seru tentunya yang didaptkan lewat pramuka, selain bisa menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin. Kita juga bisa membentuk jaringan pertemanan yang luas dan mendapatkan teman baru,” urai Ustad di bagian Humas SD Al-Furqan Jember ini.
Wah peringatan hari pramuka emang bukan sekadar acara seremonial saja. Ada banyak makna yang terkandung di dalam peringatannya. Contohnya sadar untuk lebih menegakkan keadilan dan kejujuran serta memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama sesuai dengan jiwa dan semangat Pramuka. Selamat Hari Pramuka!!

pramuka2 470x193 MEMAKNAI PERINGATAN HARI PRAMUKA KE 53

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

Bagaimanakah Ucapan Idul Fitri yang Sesuai dengan Sunnah Nabi ?

ucapan3

ucapan3 470x157 Bagaimanakah Ucapan Idul Fitri yang Sesuai dengan Sunnah Nabi ?Lumrahnya di Indonesia di masa Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, di lingkungan kita akan ramai dengan ucapan memberi selamat Hari Raya Idul Fitri antar sesama. Tapi benarkah ucapan yang sering kita dengar? Sesuaikah dengan sunnah Nabi? Nah, bagaimana yang dilakukan Nabi? Hampir semua ucapan yang beredar tidak ada riwayatnya kepada Rasulullah kecuali ucapan: Taqabbalallahu minaa wa minka, yang maknanya, “Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda.” Maksudnya menerima di sini adalah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan.

Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[Fathul Bari 2/446] : “Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata (yang artinya) : Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.

Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka.

Beberapa shahabat menambahkan ucapan shiyamana wa shiyamakum, yang artinya puasaku dan puasa kalian. Jadi ucapan ini bukan dari Rasulullah, melainkan dari para sahabat.

Kemudian, untuk ucapan minal ‘aidin wal faizin itu sendiri adalah salah satu ungkapan yang seringkali diucapkan pada hari raya fithri. Sama sekali tidak bersumber dari sunnah nabi, melainkan merupakan ‘urf (kebiasaan) yang ada di suatu masyarakat, dalam hal ini ya di Indonesia saja.

969253 561554647244765 1580682992 n 209x300 Bagaimanakah Ucapan Idul Fitri yang Sesuai dengan Sunnah Nabi ?

Sering kali kita salah kaprah mengartikan ucapan tersebut, karena biasanya diikuti dengan “mohon maaf lahir dan batin”. Jadi seolah-olah minal ‘aidin wal faizin itu artinya mohon maaf lahir dan batin. Padahal arti sesungguhnya bukan itu. Kata minal aidin wal faizin itu sebenarnya sebuah ungkapan harapan atau doa. Tapi masih ada penggalan yang terlewat. Seharusnya lafadz lengkapnya adalah ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin, artinya semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang).

Sedangkan Makna Minal `Aidin wal Faizin menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab dari buku Lentera Hati

“Minal `aidin wal faizin,” demikian harapan dan doa yang kita ucapkan kepada sanak keluarga dan handai tolan pada Idul Fitri. Apakah yang dimaksud dengan ucapan ini ? Sayang, kita tidak dapat merujuk kepada
Al-Quran untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kata `aidin, karena bentuk kata tersebut tidak bisa kita temukan di sana. Namun dari segi bahasa, minal `aidin berarti “(semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali.” Kembali di sini adalah kembali kepada fitrah, yakni “asal kejadian”, atau “kesucian”, atau “agama yang benar”.

Setelah mengasah dan mengasuh jiwa – yaitu berpuasa – selama satu bulan, diharapkan setiap Muslim dapat kembali ke asal kejadiannya dengan menemukan “jati dirinya”, yaitu kembali suci sebagai mana ketika ia baru dilahirkan serta kembali mengamalkan ajaran agama yang benar. Ini semua menuntut keserasian hubungan, karena – menurut Rasulullah – al-aidin al-mu’amalah, yakni keserasian dengan sesama manusia, lingkungan, dan alam.

Sementara itu, al-faizin diambil dari kata fawz yang berarti “keberuntungan” . Apakah “keberuntungan” yang kita harapkan itu Di sini kita dapat merujuk pada Al-Quran, karena 29 kali kata tersebut, dalam berbagai bentuknya, terulang. Menarik juga untuk diketengahkan bahwa Al-Quran hanya sekali menggunakan bentuk afuzu (saya beruntung). Itupun menggambarkan ucapan orang-orang munafik yang memahami “keberuntungan” sebagai keberuntungan yang bersifat material (baca QS 4:73)

Bila kita telusuri Al-Quran yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang menggunakan kata fawz, ditemukan bahwa seluruhnya (kecuali QS 4:73) mengandung makna “pengampunan dan keridhaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi.” Kalau demikian halnya, wal faizin harus dipahami dalam arti harapan dan doa, yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita semua mendapatkan kenikmatan surga-Nya.

Salah satu syarat untuk memperoleh anugerah tersebut ditegaskan oleh Al-Quran dalam surah An-Nur ayat 22, yang menurut sejarah turunnya berkaitan dengan kasus Abubakar r.a. dengan salah seorang yang ikut
ambil bagian dalam menyebarkan gosip terhadap putrinya sekaligus istri Nabi, Aisyah. Begitu marahnya Abubakar sehingga ia bersumpah untuk tidak memaafkan dan tidak memberi bantuan apapun kepadanya.

Tuhan memberi petunjuk dalam ayat tersebut: Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 24:22).

Marilah kita saling berlapang dada, mengulurkan tangan dan saling mengucapkan minal `aidin wal faizin. semoga kita dapat kembali mendapatkan jati diri kita semoga kita bersama memperoleh ampunan,
ridha, dan kenikmatan surgawi. Amin.

Akhirnya, dengan segenap kerendahan hati, kami segenap keluarga besar SD Al-Furqan Jember mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Taqabalallahu minna wa minkum, Shiyaamana wa shiyamikum, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf Lahir dan Batin..

 

dikutip dari berbagai sumber

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

MENGISI WAKTU LUANG SEMBARI SUKSES PUASA RAMADHAN DAN MEMAKNAI MAKNA LIBUR LEBARAN

liburan

liburan 300x225 MENGISI WAKTU LUANG SEMBARI SUKSES PUASA RAMADHAN DAN MEMAKNAI MAKNA LIBUR LEBARANAssalamualaikum wr wb

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan biasanya merupakan hari-hari kritis bagi Ayah dan Bunda, karena si kecil terkadang cenderung sudah mulai kehilangan semangat berpuasa. Hal ini cukup sering penulis temukan di beberapa tempat. Gejala yang muncul biasanya anak sudah mulai malas bangun sahur, mulai bermalas-malasan di siang hari, minta membatalkan puasa, berpura-pura sakit, malas shalat tarawih, dan lain sebagainya. Di sore hari, saat menunggu waktu berbuka dan ketika anak-anak sudah memasuki libur lebaran biasanya menjadi saat yang rawan bagi seorang anak untuk mempertahankan puasanya. Hal ini dimungkinkan karena libur sekolah yang mulai datang dan hari-hari mendekati lebaran. Saat masih kegiatan saat jam sekolah akan membuat mereka tetap sibuk sehingga pikiran-pikiran yang mengganggu puasa dapat dihilangkan.

Namun ketika mereka pulang sekolah dan harus berdiam diri di rumah, rasa lapar dan haus biasanya sering menggoda mereka. Kadang geli juga jika melihat si Kecil tidak sabar menunggu saat berbuka, namun jangan sampai hal tersebut menggagalkan ibadah puasanya.

Di SD Al-Furqan Jember sendiri, hari ini sudah menginjak hari terakhir masuk sekolah. esok hari tanggal 20 Juli sampai 6 Agustus merupakan masa liburan menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk para Ayah dan Bunda untuk tetap konsisten menjaga semangat buah hatinya berpuasa sampai Ramadhan berakhir. Sehingga makna Hari Raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan benar-benar terasa oleh mereka.

Shaum (puasa) Ramadhan adalah salah satu pilar dari Rukun Islam. Maka mendidik anak untuk berpuasa Ramadhan menjadi kewajiban keislaman yang integral bagi para orang tua. Para sahabat Rasul telah mendidik putra-putri mereka yang masih kecil untuk berpuasa. Seperti yang dituturkan shahabiyah Rubayyi’ binti Mu’awwiz tentang bagaimana cara mereka mendidik anak-anak mereka berpuasa Asyura (sebelum diwajibkan puasa Romadhon): “…dan kami melatih anak-anak kami yang masih kecil untuk berpuasa. Kami bawa mereka ke masjid dan kami buatkan mereka mainan dari bulu. Apabila diantara mereka ada yang merengek minta makan, maka kami bujuk dengan mainan itu terus hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Bukhari Muslim).

Dari riwayat diatas, kita dapat mengetahui bahwa para sahabat memberikan perhatian yang serius dalam melatih putra-putri mereka untuk membiasakan berpuasa. Lantas apa yang dapat kita lakukan saat ini untuk meneladani tradisi sahabat tadi sekaligus mengisi waktu liburan ini dengan kegiatan yang bermamfaat? Namun sebelum kita membahas kegiatan yang cocok untuk buah hati tercinta kita. Ayah dan Bunda juga harus belajar apa saja sih yang perlu dicermati oleh Ayah dan Bunda untuk mengkondisikan si Kecil berpuasa setiap harinya. Berikut ini beberapa hal yang perlu Ayah dan Bunda cermati :

1. Menata kembali jam tidur anak-anak sehingga akan mudah bergairah saat bangun sahur. Waktu sahur sebaiknya diakhirkan (kira-kira satu atau setengah jam menjelang salat subuh) sebagaimana anjuran Rasulullah. Hikmahnya antara lain agar setelah sahur tidak terlalu lama menunggu waktu subuh.

2. Tidak meletakkan makanan, minuman dan buah-buahan secara terbuka, sehingga akan menggoda mereka untuk segera membatalkan puasanya. Makanan diletakkan pada tempat yang jauh dari perhatian mereka. Hal ini juga sepatutnya diperhatikan oleh restoran dan penjaja makanan dipinggir jalan.

3. Terhadap anak yang baru berlatih puasa (belum kuat dan gampang terpengaruh), sebaiknya mereka dijauhkan bermain dari anak-anak yang malas berpuasa. Dan didekatkan dengan anak-anak lainnya yang juga tekun berlatih. Ini perlu dilakukan agar mereka memperoleh rasa kebersamaan, bukan keterasingan karena puasanya.

4. Melatih berpuasa dengan bertahap dan menjanjikan hadiah sebagai rangsangan. Misalnya di awali dengan izin berbuka sampai jam 10, lalu jam 12 dan seterusnya sampai akhirnya penuh sampai waktu berbuka. Hadiahnya disamping penghargaan dan pujian sebagai anak yang sabar, juga dapat diberikan hadian lain yang beraspek mendidik berupa alat-alat belajar.

5. Stimulus dengan pahala dan surga dari Allah. Jadi hadiah materi diatas tak menutupi stimulus ganjaran Allah. “Jika kamu berpuasa, maka kamu ikut membuka pintu pahala dari Allah bagi orangtuamu yang telah mendidikmu untuk berpuasa”. Anak akan senang karena sekaligus dapat berbuat sesuatu kebaikan untuk orangtuanya.

6. Khusus untuk para orang tua, jika mereka menyepelekan pendidikan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya, maka mereka harus siap bertanggung jawab kepada Allah kelak di akhirat, jika putra-putrinya kemudian melalaikan kewajiban puasa Ramadhan. Oleh karena itu mereka harus memanfaatkan semaksimal mungkin pembiasaan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya sejak dini.
7. Memberi alternatif pengisian waktu yang tepat dan positif. Baik dengan istirahat tidur di siang panas, maupun dengan alternatif permainan yang mendidik untuk melupakan mereka dengan rasa haus dan lapar yang menyengat. Sebagaimana yang telah dilakukan shahabiyah di masa Rasul. Saat ini sudah ada pesantren Ramadhan untuk anak-anak dan remaja, ini juga alternatif kegiatan yang menyenangkan bagi mereka. Atau orangtua dapat juga bersepakat dengan anak-anaknya untuk memasang target, bahwa seusai bulan Ramadhan kemampuan mereka mengaji Al Quran harus lancar dan lebih baik. Perhatian kepada Al Quran memang harus lebih besar di bulan Ramadhan, karena Al Quran diturunkan pertama kali pada bulan ini. Dapat pula orang tua membacakan kisah-kisah keteladanan Islami, atau mendengarkan kaset-kaset cerita Islami.

Berbincang mengenai pengisian waktu yang tepat dan positif saat libur Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri ini, Kita dapat membantu dengan memberikan kegiatan yang asyik namun juga berguna bagi anak-anak.
Beberapa kegiatan ini dapat Ayah dan Bunda coba.

Belajar mengaji

Memang tidak banyak anak yang menyukainya, namun mereka wajib bisa. Memanggil guru ngaji secara privat mungkin lebih efektif dalam belajar, namun anak juga akan mudah bosan. Biasanya belajar bersama dengan teman-temannya akan lebih menarik minat si anak.

Membuat kerajinan tangan

Anda bisa membeli buku-buku kerajinan tangan dan menyesuaikannya dengan tema Ramadhan. Membuat kartu ucapan misalnya, atau hiasan dinding, boneka clay yang nantinya bisa diberikan pada teman-teman atau orang yang disayanginya. Jangan lupa, Anda juga harus terlibat dalam kegiatan ini karena walaupun telah dibekali buku, bekerja seorang diri tetap saja membosankan apalagi ketika dia menjumpai kesulitan.

Membaca

Bekali si kecil dengan cerita-cerita bernuansa Islami untuk perkembangan pribadinya. Saat ini sudah banyak buku-buku cerita khusus untuk anak, sesuai dengan usia mereka. Dampingi anak ketika membaca dan buat mereka tertarik dengan kisah-kisah dalam buku itu, karena bacaan dan tayangan televisi bisa jadi lebih menarik minat mereka karena telah terbiasa.

Membuat kue

Momen lebaran bisa dijadikan kesempatan untuk mencoba keberanian membuat kue jika Anda belum pernah melakukannya. Jangan lupa ajak anak Anda untuk ikut bergembira bersama ketika membuat kue. Beri sedikit adonan khusus untuk dikerjakan anak agar dia tidak mengganggu kegiatan Anda.

Mendekorasi rumah

Saat lebaran mungkin rumah Anda akan dikunjungi saudara dan tetangga, agar penampilan tidak begitu-begitu saja dari tahun ke tahun, cobalah untuk mengganti posisi perabotan dan pikirkan dekorasi yang sesuai dengan tatanan yang baru. Anak Anda bisa membantu dengan membuat dekorasi sederhana untuk ditempel di pintu atau digantungkan di jendela-jendela.

Melukis di atas kaos

Beri anak kaos miliknya yang sudah tidak dipakai dan spidol warna-warni atau kuas dengan aneka warna cat. Kegiatan akan menstimulasi imajinasi,  motorik halus, dan estetikanya  melalui pemilihan kombinasi dan gradasi warna. Sekalian mengajarkan motif-motif kaligrafi sederhana kepada mereka.

Daur Ulang Kaleng Bekas

Untuk melatih kecerdasaan anak, kamu bisa mengajak anak untuk memanfaatkan benda di rumah untuk dibuat sesuatu yang bermanfaat. Misal, dari kardus bekas, kamu bisa menantang anak untuk membuat rak sepatu sendiri. Atau dari kaleng bekas susu, anak bisa membuat wadah untuk menyimpan perlengkapan menulisnya. Agar lebih menarik, kamu bisa memberikan reward berupa bintang. Jika anak berhasil mengumpulkan bintang sebanyak 5 buah selama liburan, kamu bisa membelikan tas sekolah atau sepatu baru untuk anak.

Bersepeda

Di sore hari menjelang berbuka, ajak anak yang sudah bisa mengayuh sepeda roda tiga pergi ke teman atau membeli sesuatu dengan bersepeda.  Dengan bersepeda anak  sehat, belajar konsep keseimbangan dan  meningkatkan percaya diri karena bisa melaju di jalanan. Sambil menunggu waktu berbuka dengan olahraga sehat namun tak melelahkan anak.

Memasak

Sesekali ajaklah buah hati menyiapkan menu berbuka puasa. Ajari ia mencuci buah dan sayur, mengocok telur, mengambil bumbu, mengaduk adonan dan memberi topping.  Ia akan bangga menikmati hasilnya. Kegiatan ini akan mengenalkan anak pada proses kimiawi, dari mentah menjadi matang,   mengenalkan  aroma dan tekstur aneka bahan makanan.

Mendekorasi Kamar Tidur Anak

Ajak anak untuk menata kembali kamar tidurnya. Ayah dan Bunda bisa membantu dengan memberikan beberapa gambar desain kamar tidur anak sebagai ide kreatifnya. Biarkan anak memilih tema dan warna kamar tidurnya. Dengan mendekorasi kamar tidurnya sendiri, anak belajar untuk mengasah kreativitas dan tentu saja anak akan lebih semangat untuk merapikan kamar tidur. Selain itu, tambahkan juga meja belajar baru untuk menghiasi kamar tidur anak, agar si kecil semangat belajar.

Permainan tradisional

Ingat petak jongkok dan petak umpet? Kedua permainan tradisional ini,   asyik  dimainkan sore-sore di halaman atau lapangan dekat rumah. Ajak teman-teman anak bermain. Mengasah motorik kasar, sosialisasi dan strategi untuk menemukan tempat sembunyi.

Nonton Film

Pilih film yang cocok untuk anak. Menikmati film di layar lebar dengan suara menggelegar akan menjadi pengalaman seru. Kegiatan ini  mengajarkan anak mengikuti dan menghargai tata- tertib seperti duduk di kursi yang telah ditentukan, tidak membuat keributan, dan belajar berkonsentrasi. Namun bila tidak memungkinkan bepergian ke bioskop hal ini juga bisa Ayah dan Bunda lakukan di rumah baik dengan menyewa film di penyewaan VCD / DVD, maupun mencari Film islami yang baik untuk anak di Internet.

Berkemah

Setelah Lebaran dan bersilaturrahmi ke rumah saudara, kerabat dan tetangga. Terkadang kita bingung untuk mengisi waktu luang liburan, kegiatan berkemah bisa menjadi solusi yang menarik. Bisa dilakukan di bumi perkemahan atau sekedar di taman rumah. Ajak saudara atau teman seusia balita. Ajak mereka mendirikan tenda, memasang tikar, menyiapkan makanan. Berkemah akan melatih anak bekerja-sama, mengenal lingkungan,  menghadapi dan memecahkan masalah, misalnya,  menghadapi angin yang masuk lewat jendela tenda.

Daftar yang Harus dikerjakan

Berikan ide daftar apa saja yang harus mereka kerjakan. Ajak mereka berdiskusi di meja makan. Misal saja mereka masih punya PR yang harus dikumpulkan saat masuk sekolah nanti, atau pekerjaan kelompok yang mengharuskan teman-temannya berkumpul di rumah, dsb.

Menyalurkan hobiWaktu liburan juga menjadi kesempatan untuk menyalurkan hobi anak, seperti melukis, menulis, bermain musik berolah raga, mendaki gunung dan lain-lain. Apabila hobi itu bisa diasah untuk menjadi lebih berkembang maka inilah kesempatan untuk mengasah.

Bersilahturahmi ke rumah kerabat

Saat ini mulai jarang keluarga saling berkunjung, padahal anak-anak juga perlu mengenal kerabat dari ayah dan ibunya. Moment Lebaran sekaligus melestarikan budaya saling berkunjung juga mengajari mereka jika kelak sudah berkeluarga agar masih menjaga hubungan silahturahmi dengan kerabat. Untuk membuat anak tidak bosan, buatlah tema setiap harinya. Baik tema pakaian, dan yang dikerjakan hari itu. Sehingga anak semakin tertarik. Tapi jangan lupa perhitungkan budgetnya nggeh, Bunda..

Dengan perhatian yang intens dan cara-cara yang bijak, niscaya dapat menggugah kesadaran anak-anak untuk berpuasa. Kesadaran itu tentu akan merupakan tabungan ibadah bagi para orang tua yang telah mendidik mereka. Jika hal-hal di atas kita lakukan, maka Insya Allah keberkahan Ramadhan akan turun ke setiap keluarga muslim.

Atau mungkin Ayah dan Bunda punya ide ide lain, yang bisa mengisi kegiatan Ramadhan anak2 Anda ? Silakan berbagi disini , Ayah Bunda………

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

Fatal error: Cannot redeclare get_leaf_dirs() (previously declared in /home/sdalfurq/public_html/wp-content/themes/sdaf/footer.php:5) in /home/sdalfurq/public_html/wp-content/themes/sdaf/footer.php on line 9