Untitled-2

BANJIR PRESTASI DALAM BAHANA MUHARRAM 1436 H

Pada Tanggal 23  Muharram 1436 H / 16 November 2014 bertempat di Masjid Jami’ Al Baitul Amin Jember diadakan Lomba Bahana Muharram 1436 H. kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Remaja Masjid Al Baitul Read More »

selamat hari bapa 6

SELAMAT HARI AYAH, AYAHANDA TERCINTA!

Sejarah Awal Mula Hari Ayah Indonesia Ayah memiliki porsi yang tak kalah penting dari seorang ibu. Dan karena alasan itu pula, di samping Hari Ibu pada 22 Desember, rakyat Indonesia memperingati Hari Read More »

P1220812

UPACARA HARI PAHLAWAN BERTEBAR PRESTASI

Hari Senin minggu ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, seluruh Indonesia ramai dan gegap gempita merayakannya, di sudut-sudut jalan, di dunia maya, bertebaran ucapan memperingati dan merayakan Hari Pahlawan ini. Tak pelak Read More »

dfdf

REVITALISASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DALAM RANGKA PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA

10 November 1945, atau 69 tahun lalu, pertempuran terbesar yang terjadi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia bergolak di Surabaya. Jiwa arek-arek Suroboyo terkobar oleh pidato Bung Tomo yang menggelora. Inilah peristiwa yang berujung Read More »

1

PEMBELAJARAN AQUATIK KELAS 5 SD AL-FURQAN JEMBER

Pada hari Sabtu tanggal 01 November 2014, SD Al-Furqan Jember mengadakan kegiatan pembelajaran Aquatik untuk Kelas 5 di kolam renang Cempaka. Kelas 5 yang sudah menggunakan kurikulum tematik pada tahun ini menyelenggarakan Read More »

BANJIR PRESTASI DALAM BAHANA MUHARRAM 1436 H

Untitled-2

Pada Tanggal 23  Muharram 1436 H / 16 November 2014 bertempat di Masjid Jami’ Al Baitul Amin Jember diadakan Lomba Bahana Muharram 1436 H. kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Remaja Masjid Al Baitul Amin Jember. Ada beberapa perlombaan dalam kegiatan tersebut. Dan Alhamdulillah, siswa-siswi SD Al-Furqan Jember berhasil menyabet Juara Umum dengan 12 Trophy dari keseluruhan perlombaan. Hal ini merupakan hal yang sangat patut disyukuri oleh seluruh civitas academica SD Al Furqan Jember. Siapa sajakah mereka yang berprestasi ini? Penulis merangkumnya dalam foto di bawah ini.

Untitled 1 300x212 BANJIR PRESTASI DALAM BAHANA MUHARRAM 1436 H

 

Untitled 2 300x212 BANJIR PRESTASI DALAM BAHANA MUHARRAM 1436 H

Selamat kepada anak-anakku yang telah berprestasi, terimakasih atas kerja kerasnya dan usahanya. Selamat kepada Bapak/Ibu wali murid dan Ustad/ustadzah Dewan guru, terimakasih atas support, bimbingan dan doanya yang tak pernah putus.

Tetap semangat dan Salam Berprestasi. Allahu Akbar!!

 

 

 

 

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

SELAMAT HARI AYAH, AYAHANDA TERCINTA!

selamat hari bapa 6

selamat hari bapa 6 300x170 SELAMAT HARI AYAH, AYAHANDA TERCINTA!Sejarah Awal Mula Hari Ayah Indonesia

Ayah memiliki porsi yang tak kalah penting dari seorang ibu. Dan karena alasan itu pula, di samping Hari Ibu pada 22 Desember, rakyat Indonesia memperingati Hari Ayah  setiap 12 November.

Perayaan Hari Ayah di Indonesia memang belum sepopuler Hari Ibu. Perayaan yang juga bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ini lahir dari prakarsa sebuah komunitas lintas agama pada 2006 silam.

Uniknya, para pemrakarsa Hari Bapak Nasional ini bukanlah kaum ayah. Melainkan para wanita. Kaum ibu yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) menggelar deklarasi Hari Ayah pada 12 November 2006 di Pendapi Gede Balaikota Solo, Jawa Tengah.

Seperti dikutip dari laman Sumenep.go.id, Rabu (12/11/2014), deklarasi juga digelar bersamaan oleh beberapa anggota PPIP lainnya di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ketua PPIP kala itu, Gress Raja mengatakan, Hari Bapak lahir karena figur ayah sebagai bagian dari keluarga juga memegang peran sangat penting dalam pembentukan karakter keluarga. Bapak dan ibu adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Usai deklarasi, mereka mengirimkan piagam deklarasi Hari Ayah dan buku ‘Kenangan Buat Ayah’ kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bupati di 4 penjuru Indonesia. Yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud, dan Pulau Rote.

Sementara Hari Ayah di negara lain dirayakan dalam waktu yang berbeda-beda. Seperti di Serbia yang dirayakan setiap 6 Januari. Lalu di Korea Selatan Hari Ayah diperingati setiap 8 Mei. Sementara rakyat Amerika Serikat, Jepang, dan India merayakannya setiap pekan ketiga di Bulan Juni. (Mut)

Bagaimakah Perspektifnya dalam Islam

Hari Ayah merupakan kegiatan yang tidak ada tuntunannya dalam Islam. Namun dengan merayakannya bukan berarti kita melakukan hal bid’ah dan melenceng dari ajaran Islam. Malah dengan menyambut hari Ayah, secara tidak langsung dapat mengingatkan kepayahan dan jerih perit yang dilalui oleh ibu bapa untuk membesarkan dan mendidik anak mereka mengikut acuan yang sebenarnya. Rasulullah SAW bersabda;
“Sesungguhnya setiap perbuatan itu disertakan dengan niat dan sesungguhnya setiap orang itu apa yang diniatkan. Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya kerana Allah dan Rasulnya dan barangsiapa yang berhijrah kerana dunia atau kerana perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang dihajatkannya. (Muttafaqun Alaih) ”

Pengajaran daripada hadis di atas, walaupun hijrah itu merupakan suatu perkara yang diperintahkan oleh Allah dan melaksanakannya merupakan suatu ketaatan yang akan dibalas dengan pahala sekiranya dilakukan semata-mata kerana Allah SWT dan seandainya dilakukan kerana niat selain kerana-Nya walaupun ianya perkara ketaatan namun ianya tidak akan diganjari dengan pahala oleh Allah SWT.

Begitu juga keadaannya dengan sambutan Hari Ayah ini, seandainya dilakukan kerana mengagung-agungkan tuhan selain daripada Allah, maka ianya akan menyebabkan kekafiran yang nyata. Di SD Al-Furqan Jember, Hari Ayah disambut karana merealisasikan pengiktirafan yang dinyatakan oleh Allah di dalam Al-Quran;

“Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadanya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. jika salah seorang dari keduanya, atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan “Uff”, dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun).” [ Al-Isra’: 23]

dan

“Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; dan jika mereka berdua mendesakmu supaya engkau mempersekutukan Aku (dalam ibadatmu) dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya, maka janganlah engkau taat kepada mereka. kepada Akulah tempat kembali kamu semuanya, kemudian Aku akan menerangkan kepada kamu segala yang kamu telah kerjakan”. [Al-Ankabut: 8]

Dan begitu juga seperti yang dikemukaan dalam sebuah hadits,

???? ?????? ?????????? ?????? ????? ?????? ????? ????? ?????? ????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? :??? ???????? ?????? ???? ??????? ???????? ???????? ??????????? ????? ???????? ????? ????? ????? ????? ???????? ????? ????? ????? ????? ???????? ????? ????? ????? ????? ????????

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Merujuk dari hal diatas, kami sependapat dengan Dr Muhammad al-Banna, beliau berpendapat bahawa tiada halangan untuk menyambut Hari Ayah dengan syarat:

1. Tidak berlaku di dalamnya perkara-perkara yang diharamkan oleh Syariah seperti pergaulan bebas diantara lelaki dan perempuan.
2. Tidak dimaksudkan untuk menyerupai orang-orang Barat dan bukan Islam.
3. Hendaklah kandungan perayaan itu diteruskan sepanjang tahun iaitu tidak terbatas kepada hari tersebut sahaja.

4. Sebagai wujud Birrul Walidain kita seperti yang telah diajarkan Agama Islam untuk menghormati keduanya.(Sumber: UBM)

Keutamaan Menghormati Orang Tua

Oleh Ust. Drs. Muhammad Said

Birrul Walidain merupakan kebaikan-kebaikan yang dipersembahkan oleh seorang anak kepada kedua orang tuanya, kebaikan tersebut mencakup dzahiran wa batinan dan hal tersebut didorong oleh nilai-nilai fitrah manusia. Wajibatul walid (kewajiban orang tua) ialah orang tua berkewajiban mempersiapkan anak-anaknya agar berbakti kepadanya. Sabda Rasulullah Allah merahmati orang tua yang menolong anaknya untuk bisa berbakti kepadanya.

Keutamaan-keutaman dari Birrul Walidain

1. Ahabul amali illalahi taala (amal yang paling dicintai disisi Allah SWT)

Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abdir Rahman Abdillah Ibni Masud ra Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW amal apa yang paling di cintai disisi Allah? Rasulullah bersabda Shalat tepat pada waktunya. Kemudian aku tanya lagi Apa lagi selain itu? bersabda Rasulullah Berbakti kepada kedua orang tua Aku tanya lagi Apa lagi ?. Jawab Rasulullah Jihad dijalan Allah. Ini berarti diantara 2 amal yang paling dicintai Shalat tepat waktu dan jihad fisabilillah tidak berarti jika durhaka kepada orang tua. Ini dikisahkan bahwa Rasulullah pernah menolak salah seorang sahabat untuk berjihad dijalan Allah karena belum mendapat ridha orang tua. Akhirnya Rasulullah memperintahkan sahabat tsb untuk segera pulang memperbaiki hubungan dengan kedua orang tuanya.

2. Laisajaza an min waladin ila walidih (Bakti kepada orang tua bukanlah merupakan suatu balas budi)

Seseorang anak tidak akan dapat membalas jasa kedua orang tua. Sebagaimana dalam hadist Tidak akan dapat membalas seorang anak kepada orang tuanya melainkan anak itu mendapatkan orang tuanya sebagai hamba sahaya lalu dia membelinya kemudian memerdekakannya.

3. Al ummu hiya ahaqu suhbah (perioritas untuk mendapat perlakuan yang lebih dekat dari kedua orang tua ialah ibu)

Dikisahkan seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Siapakah yang lebih berhak diantara manusia yang paling harus aku perlakukan secara baik? menjawab Rasulullah Ibumu Bertanyalah lagi sahabat tsb Siapalagi Ya Rasulullah? Menjawab Rasulullah Ibumu Bertanyalah lagi sahabat tsb Siapalagi Ya Rasulullah? Jawab Rasulullah Ibumu Bertanyalah lagi sahabat tsb Siapalagi Ya Rasulullah? Barulah Rasulullah menjawab Bapakmu. Dalam Qs. 31:14 Allah memerintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, terutama pada ibunya yang telah mengandung dan menyusuinya.

4. Makruman bi ibadatillah (Berbakti kepada orang tua dibarengi dengan ibadah kepada Allah SWT)

Qs. Al Israa ayat 23 Allah memerintahkan untuk beribadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orang tua melarang perkataan ah dan membentak kepada keduanya dan mengucapkan perkataan yang mulia. Ayat ini mengartikan bahwa berbakti kepada orang tua sama wajibnya dengan ibadah kepada Allah SWT.

Unsur-unsur Birrul Walidain

Seorang anak ketika ingin berbakti kepada kedua orang tuanya harus bersikap atau berakhlak yang terkait dengan unsur-unsur Birrul Walidain . Jika unsur-unsur tsb tidak terpenuhi maka hukukul walidain (durhaka kepada orang tua). Unsur-unsur Birrul Walidain yaitu:

1. Al muhaqodhotu alal kaul

Seorang anak hendaknnya menjaga dan memelihara ucapannya dihadapan orang tua, terlebih bagi mereka yang sudah berusia lanjut jangan sampai perkataan atau perbuatannya menyinggung perasaan mereka, sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam Qs.17 : 23.
2. Khofdul Jannah

Sikap bahasa tubuh seorang anak tidak boleh membusungkan dada terhadap orang tua melainkan merendahkan diri kepada keduanya dengan penuh kasih sayang dan mendoakan mereka agar keduanya dikasihi Allah sebagaiman mereka mengasihinya waktu kecil. Hal ini diperintahkan Allah SWT dalam Surat Al Israa ayat 24.

3. Attoah Almushahabah

Akhlaq seorang anak yang taat dan kedekatan serta keakraban terhadap orang tua. Walaupun mungkin ketidaktaatan seorang anak kepada orang tua karena permasalahan yang sangat syari (prinsip) tetapi sikap mushahabah (keakraban) tetap harus dilakukan karena itu merupakan hak orang tua, Allah menjelaskannya dalam Qs. 31:15.

4. Sabatulbirri bada wafatihima

Tetap berkewajiban berbakti kepada orang tua setelah kedua meninggal dunia. Dalam surat An Anjm ayat 39-41 bahwa Allah SWT memberikan kesempatan kepada orang tua yang meninggal dunia masih memiliki simpanan amal kebaikan yang dapat diperoleh dari anak-anak yang sholeh dan sholeha. Dalam suatu hadist dikisahkan bahwa suatu ketika datang seseorang menghadap Rasulullah SAW kemudian berkata Ya Rasulullah apakah masih ada kesempatan untuk berbakti aku kepada orang tuaku setelah keduanya meninggal dunia? Rasulullah dengan tegas menjawab Ya, masih ada. Ada 5 hal yang harus dijalankan setelah kepada seorang anak agar berbakti kepada orang tua yang telah meninggal :
a. Asshalatu alaihima (berdoa untuk keduanya)
b. Wal isthigfaru lahuma (memohonkan ampun keduanya)
c. Wainfadzu ahdihima (melaksanakan janji-janjinya)
d. Waiqramu shadiqihima (memuliakan teman-teman keduanya)
e. Wasilaturrahimmisilati latu shallu illa bihima (silaturrahmi kepada orang-orang yang tidak ada hubungan silaturahmi kecuali melalui wasilah kedua orang tua)

Kisah-kisah Para Nabi & sahabat Rasulullah SAW dalam mempraktekan Birrul Walidain

Kisah Nabi Ibrahim As

Nabi Ibrahim As mempunyai ayah yang bernama Azar yang aqidah-nya berseberangan dengan Nabi Ibrahim As tetapi tetap menunjukan birrul walidain yang dilakukan seorang anak kepada bapaknya. Dalam menegur ayahnya beliau menggunakan kata-kata yang mulia dan ketika mengajak ayahnya agar kejalan yang lurus dengan kata-kata yang lembut sebagaimana dikisahkan Allah pada Qs. 19 : 41-45.

Kisah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW yang telah ditinggal ayahnya Abdullah karena meninggal dunia saat Rasulullah masih dalam kandungan ibunya Aminah. Dalam pendidikan birrul walidain ibunya mengajak Rasulullah ketika berusia 6 tahun untuk berziarah kemakam ayahnya dengan perjalanan yang cukup jauh. Dalam perjalanan pulang ibunda beliau jatuh sakit tepatnya didaerah Abwa hingga akhirnya meninggal dunia. Setelah itu Rasulullah diasuh oleh pamannya Abdul Thalib, beliau menunjukan sikap yang mulia kepada pamannya walaupun aqidah pamannya berbeda dengan Rasulullah. Dan Rasulullah berbakti pula kepada bibinya yang bernama Sofiah binti Abdil Mutthalib.

Kisah Abu Bakar As Siddiq ra

Abu Bakar As Siddiq ra adalah sahabat Rasulullah SAW yang patut ditauladani dalam berbaktinya terhadap orang tua. Disaat orang tuanya telah memasuki usia yang sangat udzur, bukan hanya perkataan yang lemah lembut lagi mulia dan sikap yang baik melainkan juga beliau dapat mengajak bapaknya yakni Abu Khuwafah untuk beribadah kepada Allah SWT dan mengakui Islam sebagai pedoman hidupnya dan hal ini dinanti oleh Abu Bakar dengan cukup lama. Allah berfirman dalam QS 14 : 40 41 ayat yang doa agar anak, cucu dan seluruh anggota keluarganya menjadi orang-orang yang muqiimas shalat (mendirikan shalat) dan diampuni dosa-dosanya. Ayat ini merupakan suatu kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada kelurga Abu Bakar As Siddiq ra.

Kisah Saad Bin Abi Waqas ra

Saad bin Abi Waqas ra menerapkan bagaiman konteks Birrul Walidain mempertahankan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Saat ibunya mengetahui bahwa Saad memeluk agama Islam, ibunya mempengaruhi dia agar keluar dari Islam sedangkan Saad terkenal sebagai anak muda yang sangat berbakti kepada orang tuanya. Ibunya sampai mengancam kalau Saad tidak keluar dari Islam maka ia tidak akan makan dan minum sampai mati. Dengan kata-kata yang lembut Saad merayu ibunya Jangan Kau lakukan hal itu wahai Ibunda, tetapi saya tidak akan meninggalkan agama ini walau apapun gantinya atau resikonya. Tidak bosan-bosannya Saad menjenguk ibunya dan tetap berbuat baik kepadanya serta menegaskan hal yang sama dengan lemah lembut sampai suatu ketika ibunya menyerah dan menghentikan mogok makannya. Kisah ini juga merupakan asbabun nujul turunnya ayat Qs 31 : 15.

Ketika seorang anak berbakti kepada orang tua merupakan suatu bakti yang tidak hanya sekedar didunia tetapi juga di yaumil akhir.

Selain birrul walidain merupakan kewajiban bagi setiap Muslim atau Muslimah, birrul walidain mempunyai banyak keutamaan di dalam Islam. Kalau kita gali dan telaah banyak keterangan baik itu dalam Al Quran maupun hadist yang disampaikan oleh Rasululloh Sholallohu’alaihi wa salla kepada kita tentang keutamaan birrul walidain di dalam Islam. Di antara keutamaan tersebut adalah:

1. Birul walidain menjadi salah satu sebab panjangnya umur dan melimpahnya rezeky

Dalam sebuah hadist, Rasululloh Sholallohu’alaihi wa Sallam pernah menjelaskan tentang masalah ini yang artinya:

Dari Anas bin Malik dia berkata, Rosululloh bersabda. Barangsiapa yang menginginkan untuk dipanjangkan umur baginya dan ditambah rezekinya, maka hendaklah berbakti pada kedua orang tuanya serta menyambung silaturahmi.” (HR. Ahmad)

2.Birrul walidain merupakan salah satu wasilah/perantara untuk menghilangkan bencana dan kesempitan yang melanda.

Semua orang tentu pernah merasakan yang namanya bencana dan kesempitan hidup, kesusahan serta masalah yang datang silih berganti tida henti menghapiri. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dan imam Muslim dari Abdulloh Ibnu Umar yang menceritakan tentang kisah 3 orang yang terjebak di dalam gua. Di antara 3 orang tersebut ada satu orang yang bertawassul dengan birrul walidainnya kepada orang tuanya.

Seorang dari mereka berkata yang artinya: “Ya Alloh , aku memiliki orang tua yang telah renta serta lanjut usianya dan aku tidak pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu hari amat jauhlah aku mencari kayu – yang dimaksud adalah daun-daunan untuk makanan ternak. Aku belum lagi pulang pada kedua orang tua itu sampai mereka tertidur. Selanjutnya akupun terus memerah minuman untuk keduanya dan ketika keduanya aku temui ternyata telah tertidur telah tidur. Aku enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. Seterusnya aku tetap dalam keadaan menunggu mereka bangun dari tidurnya dan gelas itu tetap pula di tanganku, sehingga fajarpun menyingsing, Anak-anak kecil pun sama mereka menangis karena kelaparan sedang mereka berada di dekat kedua kakiku. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka minum minumannya. Ya Alloh , jikalau aku mengerjakan yang sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan keridhoan-Mu, maka lapangkanlah kesukaran yang sedang kita hadapi dari batu besar yang menutupi ini.” Batu besar itu tiba-tiba membuka sedikit, tetapi mereka belum lagi dapat keluar dari gua.

Dari penggalan hadits tersebut jelas bahwa birrul walidain bisa menjadi sarana bertawassul kepada Alloh Subhanahuwata’ala untuk menghilangkan segala bencana yang melanda kita.

3.Birrul walidain salalah satu sebat mustajabnya doa.

Dari Umar bin Khoththob berkata, Aku mendengar Rosululloh sholallhu’alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya;
Akan datang kepada kalian Uwais bin ‘Amir bersama gerombolan musafir dari negeri Yaman yang berasal dari daerah Murod kemudian berdiam di daerah Qorn. Dia diuji oleh Alloh dengan penyakit kusta disekujur tubuhnya kemudian sembuh kecuali tinggal bercakan sebesar dirham di tubuhnya. Dia mempunyai ibu dan sangat berbakti kepadanya. Seandainya dia bersumpah dalam doanya tentu Alloh Ta’ala akan mengabulkannya. Jika kalian mampu agar dia memohonkan ampun kepada Alloh untuk kalian, maka lakukanlah.” (HR. Muslim)

4.Birrul walidain merupakan salah satu sarana untuk menghapus dosa.

Siapa didunia ini yang tidak memiliki dosa, entah itu dosa kecil atau pun dosa besar yang mengundang kemurkaan Alloh Ta’ala baik didunia maupun diakhirat nanti. Birrul walidain merupakan salah satu sarana yang dapat kita lakukan sebagai penghapus dosa-dosa yang kita miliki. Hal ini sebagaimana hadits Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam .
Dari Umar bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata: “Wahai Rosululloh sesungguhnya aku telah terjatuh kepada suatu perbuatan dosa besar. Apakah masih ada taubat bagi saya?. Nabi bersabda, Apakah engkau masih mempunyai Ibu? Diapun menjawab, ‘Tidak.’ Apakah engkau masih memiliki bibi dari pihak ibu?. Diapun menjawab,’Ya’. Nabi bersabda; Maka berbuat baiklah kepadanya.” (HR. at-Tirmidzi)

Tentang kedudukan bibi dari pihak ibu Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam pernah bersabda;
Bibi dari pihak ibu itu kedudukannya sama seperti seorang ibu (ketika ibu telah meninggal). (HR. at-Tirmidzi)

Dari hadits di atas jelas sekali bahwa berbakti kepada kedua orang tua terutama kapada seorang ibu bisa menghapuskan dosa-dosa seseorang sekalipun dosa yang dimilikinya adalah dosa yang besar tentunya dengan izin Alloh Subhanahuwata’ala.

5.Birrul walidain merupakan jalan menuju Jannah.

Tentu semua orang sangat menginginkan untuk menjadi salah satu penghuni Surga atau Jannah yang penuh dengan kenikmatan. Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan salah satu sarana untuk seseorang yang ingin memasuki jannah. Dalam hal ini, ada hadist yang disampaikan oleh imam Al Baihaqi yang artinya:

“Dari Aisyah dia berkata, Rosululloh bersabda: ‘Aku telah bermimpi berada di dalam surga, maka aku mendengar seorang pembaca yang melantunkan bacaan.’ Akupun bertanya siapakah dia? Maka malaikatpun menjawab dia adalah sahabat Haritsah bin an-Nu’man . Maka Rosululloh menjawab itulah berbakti. Itulah berbakti. Dia adalah sebaik-baik manusia yang berbakti kepada ibunya.’ (HR. al Baihaqi)

Di dalam riwayat yang lain disebutkan.

Dari Abu Hurairoh dia berkata, Rosululloh bersabda, “Sungguh celaka, sungguh celaka, Sungguh celaka.” Dikatakan oleh Para sahabat siapakah mereka wahai Rosululloh . Nabi menjawab, yaitu mereka yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut akan tetapi tidak memasukkan kedalam jannah.” (HR. Muslim)

Dari hadits di atas jelas bahwa birrul walidain adalah sarana menuju jannah Alloh subhanahuwata’ala yang penuh dengan kenikmatan. Untuk itu jangan sampai kita tunda Lagi kesempatan ini. Jika orang tua kita masih ada, maka jangan sampai kita menelantarkan mereka. Berbuatbaklah semampu yang kita bisa, senangkan mereka dan jangna sampai menyinggung perasaan keduanya. Jika hari ini orang tua kita telah tiada, maka kita pun masih bisa berbuat baik keapda mereka baik dengan senantiasa mendoakan keduanya atau berupa sedekah yang pahalanya kita tujukan bagi mereka.

Jika selama ini kita telah berbakti kepada kedua orang tua, maka bersyukurlah dengan karunia yang telah Alloh berikan tersebut. Selanjutnya berusahalah istiqomah karena memang ini bukan amalan yang mudah. Adapun jika selama ini kita tidak paham akan keutamaan berbakti kepada orang tua, maka mulailah dari sekarang dan jangan ditunda lagi. Inilah ladang kita meraup pahala sekaligus pintu kita masuk surga. Semoga kita selalu dimudahkan dalam birul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua kita. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat baik bagi kami maupun bagi kaum muslimin secara umum Wallohu a’lam bishowab. Mari kita jadikan ajang Hari Ayah ini sebagai wujud birrul walidain kita kepada kedua orang tua yang sudah mengasihi kita sedari kecil.  Apapun panggilannya, Ayah, Bapak, Papa, Abah, Abi, penulis mengucapkan Selamat Hari Ayah, Ayahanda Tercinta!

Ya Allah, ampunilah dosanya, dan sayangilah beliau sebagaimana beliau menyayangiku diwaktu kecil.

Terimakasih telah berkunjung.

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

UPACARA HARI PAHLAWAN BERTEBAR PRESTASI

P1220812

P1220803 300x224 UPACARA HARI PAHLAWAN BERTEBAR PRESTASIHari Senin minggu ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, seluruh Indonesia ramai dan gegap gempita merayakannya, di sudut-sudut jalan, di dunia maya, bertebaran ucapan memperingati dan merayakan Hari Pahlawan ini. Tak pelak begitu juga yang terjadi di SD Al-Furqan Jember. pagi itu seluruh siswa mengikuti apel senin sekaligus memperingati Hari Pahlawan. Upacara dipimpin lansung oleh Kepala Sekolah SD Al-Furqan Jember, Ustad Abdul Holik, M. Pd.

Suasana hikmat menyelimuti jalannya upacara, terutama pada saat ustad Holik mengajak seluruh peserta mendalami lebih dalam kerasnya perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi memberikan hak kemerdekaan kepada seluruh rakyat Indonesia. semua terdiam menundukkan kepala. beliau berwasiat bahwa kita tidak perlu lagi berjuang demi kebebasan dan kemerdekaan kita, yang patut kita lakukan sekarang sebagai penerus bangsa adalah tidak melupakan jasa pahlawan karna bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawannya. selanjutnya kemerdekaan yang kita raih ini harus kita jaga, harus kita isi dengan sebanyak-banyaknya kegiatan positif dan prestasi sebagai wujud perjuangan dan tanggung jawab generasi sekarang kepada para  pahlawan yang telah merelakan jiwa, raga dan hartanya demi kebebasan yang kita rasakan sekarang.

Semangat para pejuang kemerdekaan harus kita teladani dengan bersemangat memajukan bangsa dan negara. Sebagai wujud bakti kepada jasa para pahlawan, pada upacara tersebut Ustad Holik juga berkenan mengalungkan medali dan mengucapkan selamat kepada siswa-siswi yang mendapatkan prestasi. diantaranya :

1. Rafifah Utami Ananda

P1220812 300x224 UPACARA HARI PAHLAWAN BERTEBAR PRESTASI

 

Juara I Olimpiade V Tingkat SD/MI se-Jatim di SMP YADIKA Bangil “FDS” 9 November 2014

P1220814 300x224 UPACARA HARI PAHLAWAN BERTEBAR PRESTASI

Juara Harapan Fakhrudin Ar-Razi Competition Nasional di Bogor 2014

2. Soraya Afkarina Mumtazah

 

P1220813 300x224 UPACARA HARI PAHLAWAN BERTEBAR PRESTASI

Juara II Olimpiade V Tingkat SD/MI se-Jatim di SMP YADIKA Bangil “FDS” 9 November 2014

3. Amelia Hunowu

P1220818 300x224 UPACARA HARI PAHLAWAN BERTEBAR PRESTASI

Juara Harapan Fakhrudin Ar-Razi Competition Nasional di Bogor 2014

4.

 

P1220810 300x224 UPACARA HARI PAHLAWAN BERTEBAR PRESTASI

 

Juara Harapan III Lomba Mewarnai tingkat SD kelas 1-3  tema “Terimakasih Pahlawanku” 9 November 2014

 

Ustad ucapkan Selamat kepada para juara, semoga ilmunya barokah dan ke depannya bisa berprestasi kembali. Salam Berprestasi!!

Allahu Akbar!!Merdeka!

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

REVITALISASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DALAM RANGKA PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA

dfdf

10 November 1945, atau 69 tahun lalu, pertempuran terbesar yang terjadi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia bergolak di Surabaya. Jiwa arek-arek Suroboyo terkobar oleh pidato Bung Tomo yang menggelora. Inilah peristiwa yang berujung pada penetapan 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Bismillahirrohmanirrohim..
Merdeka!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.
Kita semuanya telah mengetahui.
Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan,
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

(Petikan Pidato Bung Tomo)

Seperti dikutip dari Sejarahtni.org, (10/11/2014), kala itu, rakyat Indonesia telah merdeka dari penjajahan Jepang dan Belanda. Namun tiba-tiba Inggris datang ke tanah Jawa.

Pertempuran Surabaya dilatarbelakangi adanya perbedaan persepsi tentang kepemilikan senjata. Tentara Keamanan Rakyat dan rakyat Indonesia yang baru saja mendapatkan senjata rampasan dari tentara Jepang diminta Inggris untuk menyerahkan senjata. Perintah itu dianggap Tentara Keamanan Rakyat dan rakyat Indonesia sebagai intervensi terhadap kedaulatan kemerdekaan. Permintaan Inggris itu sama saja tidak memperkenankan untuk melindungi diri.

Selain itu, tentara Indonesia mengendus gelagat Belanda ingin menggunakan perintah penyerahan senjata itu sebagai cara melemahkan pertahanan Indonesia, agar bisa kembali menjajah Indonesia. Saat itu, Belanda membonceng Inggris untuk masuk kembali ke Indonesia dalam misi bernama NICA = Netherlands Indies Civil Administration.

Sejak perintah Inggris ke Indonesia untuk menyerahkan senjata, kondisi di Surabaya mulai kurang kondusif. Tentara Keamanan Rakyat dan rakyat yang semula mendukung dan membantu tentara Inggris dalam melucuti tentara Jepang, mulai mengambil jarak dan mulai melakukan perlawanan terhadap Inggris demi mempertahankan senjata dan kedaulatannya untuk mempertahankan diri.

Serangan yang dilancarkan Tentara Keamanan Rakyat dan rakyat Indonesia terhadap tentara Inggris dan Belanda pun mulai terjadi. Atas permintaan Inggris, Bung Karno dan Bung Hatta datang ke Surabaya untuk menenangkan keadaan.

Namun perlawanan arek Suroboyo tetap tak padam dan justru terjadi pertempuran besar yang merenggut nyawa Jenderal Mallaby. Inggris pun murka dan mengultimatum Tentara Keamanan Rakyat serta rakyat, khususnya di Surabaya, untuk menyerahkan senjata paling lambat 10 November 1945. Jika tidak, Inggris akan menggempur Surabaya habis-habisan.

Mendengar ultimatum tersebut, Tentara Keamanan Rakyat dan rakyat Surabaya tak gentar. Selain karena pidato Bung Tomo yang mengobarkan jiwa arek Suroboyo, beberapa organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Masyumi juga mengeluarkan pernyataan bahwa perang mempertahankan kedaulatan adalah bentuk jihad.

Ultimatum penyerahan senjata itu tidak ditanggapi Tentara Keamanan Rakyat dan rakyat di Surabaya. Sehingga terjadilah pertempuran besar di Surabaya 10 November 1945.

Dalam waktu 3 hari, tentara Inggris memang berhasil menguasai Kota Surabaya, tetapi serangan-serangan dari Tentara Keamanan Rakyat dan rakyat di Surabaya berlangsung selama sekitar 3 pekan. Tentara Inggris sangat kewalahan menghadapi pertempuran itu sampai harus mendatangkan bala bantuan dan memborbardir kota Surabaya dengan pesawat terbang dan kapal perangnya.

Walau pun akhirnya tentara Inggris berhasil menguasai kota Surabaya, namun pertempuran itu menjadi sebuah bukti bahwa Indonesia sudah menjadi suatu negara yang berdaulat dan rakyat Indonesia sepenuhnya mendukung kemerdekaan, sampai rela berjuang mati-matian demi mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan itu.

Pertempuran ini menjadi semacam pembangkit semangat seluruh rakyat Indonesia untuk tetap mempertahankan kemerdekaan yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

PEMBELAJARAN AQUATIK KELAS 5 SD AL-FURQAN JEMBER

1

1 300x225 PEMBELAJARAN AQUATIK KELAS 5 SD AL FURQAN JEMBERPada hari Sabtu tanggal 01 November 2014, SD Al-Furqan Jember mengadakan kegiatan pembelajaran Aquatik untuk Kelas 5 di kolam renang Cempaka. Kelas 5 yang sudah menggunakan kurikulum tematik pada tahun ini menyelenggarakan praktek renang lansung beserta penilaian sebagai bagian dari proses KBM semester ini.

Kegiatan dibagi menjadi 2 tahap. Tahap 1 dari jam 07.00-09.00 diperuntukkan bagi siswa putra Kelas 5. sedang tahap 2 diperuntukkan bagi siswa putri pada jam 09.00-11.00. Kegiatan diakomodir guru olahraga dan guru wali kelas 5. Pada kegiatan tersebut siswa dibimbing untuk melakukan pemanasan sebelun turun ke kolam renang untuk menghindari cidera saat berenang. kemudian setelah pemanasan, siswa diperkenankan turun ke kolam renang dengan berkelompok sesuai dengan kelasnya sembari mendengarkan penjelasan tentang gaya renang yang akan diujikan pada pertemuan tersebut. silih berganti siswa mencoba melaksanakan ujiannya, ada yang berhasil ada yang masih gagal. Namun keseluruhan acara cukup sukses dikarenakan tidak ada siswa yang cidera selama pembelajaran, dan seluruh peserta riang dan senang mengikuti jalannya kegiatan.

Semoga ke depannya pembelajaran ini bisa lebih baik lagi pelaksanaannya dan semakin menambah pengalaman dan pengetahuan siswa. Aamiin..

Salam Berprestasi! Allahu Akbar!!!

1 vote, 5.00 avg. rating (86% score)

Fatal error: Cannot redeclare get_leaf_dirs() (previously declared in /home/sdalfurq/public_html/wp-content/themes/sdaf/footer.php:5) in /home/sdalfurq/public_html/wp-content/themes/sdaf/footer.php on line 9